Oposisi Moderat Suriah Tolak Penundaan Pembicaraan Damai
Jenewa (Jurnalislam.com) – Oposisi Suriah mengatakan pada hari Ahad, 20 Maret 2016 bahwa mereka menolak penundaan pembicaraan damai babak berikutnya di Jenewa berdasarkan adanya upaya pemerintah untuk menunda pembicaraan damai karena pemilihan parlemen ditetapkan tanggal 13 April, lansir Reuters.
Salim Al-Muslat, juru bicara Komite Negosiasi Tinggi (the High Negotiations Committee-HNC), kepada wartawan di Jenewa: "Kami tidak akan menerima penundaan untuk mengadakan pemilihan tidak sah Kami tidak menerima apa-apa dari Pak (Staffan) de Mistura menyerukan. menunda."
Bashar al-Assad, dengan penuh percaya diri, mempertontonkan momentum pertumbuhannya di medan perang, dan mencanangkan pemilihan parlemen bulan lalu. Pemilu diselenggarakan setiap empat tahun dan yang terakhir adalah pada tahun 2012.
Deddy | Reuters | Jurnalislam



