Internasional

Pakistan: Pidato PM India adalah Kebohongan yang Mendistorsi Sejarah

PAKISTAN (Jurnalislam.com) – Menyampaikan pesan kepada Majelis Umum PBB pada hari Senin, Menteri Luar Negeri India Sushma Swaraj mengatakan: “Pakistan tetap menyangkal. Mereka tetap dalam keyakinan bahwa serangan tersebut akan memungkinkan mereka mendapatkan wilayah yang mereka inginkan,” lansir World Bulletin, Selasa (27/09/2016).

“Saran tegas saya untuk Pakistan adalah: tinggalkan mimpi ini. Izinkan saya menyatakan dengan tegas bahwa Jammu dan Kashmir adalah bagian integral dari India dan akan selalu tetap begitu.”

Kashmir telah terbagi antara India dan Pakistan sejak akhir pemerintahan Inggris pada tahun 1947. Kedua Negara mengklaim wilayah Himalaya yang disengketakan secara keseluruhan dan telah berjuang dalam dua perang untuk memperebutkannya.

Tentara India menyalahkan serangan terbaru, yang menewaskan 18 pasukannya oleh pejuang Islam yang berbasis di Pakistan, mujahidin Jaish-e-Mohammad.

Kelompok jihad ini juga terlibat dalam serangan berani pada bulan Januari menargetkan basis angkatan udara India di Pathankot di negara bagian utara Punjab, yang menewaskan tujuh tentara India.

Pakistan merespon dengan menyebut pidato Swaraj ini sebagai sebuah “kebohongan” yang mendistorsi sejarah, dan membantah pasukannya telah membantu serangan pangkalan militer.

“Tuduhan ini dirancang terutama untuk mengalihkan perhatian dunia dari kebrutalan yang dilakukan oleh pasukan India melalui lebih dari setengah juta kekuatan pendudukan terhadap warga muslim Kashmir yang tak bersalah dan tak bersenjata, anak-anak, perempuan dan laki-laki,” kata pernyataan kantor asing yang dirilis Senin.

“Jammu dan Kashmir tidak pernah dan tidak akan pernah dapat menjadi bagian integral dari India. Ini adalah wilayah yang disengketakan, status akhirnya belum ditentukan sesuai dengan beberapa resolusi Dewan Keamanan PBB.”

Lebih dari 80 orang telah tewas dalam kerusuhan yang sedang berlangsung di Kashmir sejak 8 Juli ketika seorang pemimpin mujahidin muda gugur, syahid, dalam baku tembak dengan tentara India, sehingga memicu salah satu serangan kekerasan paling mematikan yang melanda kawasan itu dalam beberapa dasawarsa.

Beberapa kelompok pejuang Islam telah bertempur melawan pasukan India yang diperkirakan berjumlah 500.000 yang dikerahkan di Kashmir, menuntut kemerdekaan bagi wilayah mayoritas Muslim tersebut atau bergabung dengan Pakistan.

Puluhan ribu orang tewas dalam pertempuran itu, sebagian besar dari mereka warga sipil.

 

Related Articles

Back to top button