Pangkalan Rudal Squd Houthi Hancur Dihantam Bom Koalisi Arab
SANAA (Jurnalislam.com) – Kepulan asap tebal membubung ke udara saat serangan ke arah markas berisi rudal Scud di ibukota Yaman Sanaa menyebabkan ledakan besar, warga mengatakan kepada kantor berita Reuters, Senin (20/04/2015).
Tidak ada laporan tentang korban ledakan, yang juga menghancurkan jendela di rumah-rumah penduduk, setelah menghantam markas yang terletak di gunung Faj Attan di samping kabupaten Hadda, dimana istana kepresidenan dan banyak kedutaan berada.
Resident Adel Mansour mengatakan kepada kantor berita bahwa itu adalah ledakan terbesar dalam lebih dari tiga minggu pemboman yang dilakukan oleh koalisi yang dipimpin Saudi.
Sejak 26 Maret, Arab Saudi telah memimpin aliansi negara-negara Arab dalam serangan udara terhadap kelompok pemberontak Houthi yang didukung Syiah Iran dan pasukan mantan presiden yang terguling, Ali Abdullah Saleh.
"Untuk pertama kalinya sejak awal pemboman jendela rumah saya hancur," kata Mansour. "Anak-anak saya ketakutan dan salah satu kerabat saya pingsan karena kekuatan ledakan itu."
Serangan militer yang dipimpin Saudi telah berulang kali menargetkan fasilitas di Faj Attan juga pangkalan militer lain serta bandara di Sanaa dan di seluruh negeri.
Koalisi sejauh ini telah menghancurkan sekitar "80 persen" Houthi amunisi di Yaman. "Rudal balistik" mereka juga "dinetralkan” sehingga tidak lagi bisa mengancam," kata juru bicara koalisi pada Minggu malam.
Juru bicara pasukan koalisi yang dipimpin Saudi, Brig. Jenderal Ahmed Asiri mengatakan dalam sebuah briefing harian bahwa " pemeberontak Houthi sedang mempersiapkan serangan di perbatasan Saudi, tapi mereka berhasil dihentikan."
Akibat serangan udara tersebut, perintah komunikasi Houthi tidak lagi terpusat, membuat serangan operasi mereka " terisolasi," tambah Asiri.
"Tak ada koneksi antar provinsi, karena semua alat komunikasi hancur, menyebabkan operasi mereka terisolasi terutama di dekat perbatasan Saudi," tambahnya.
Asiri mengatakan "gudang" yang digunakan oleh Houthi untuk memproduksi senjata juga "hancur."
Deddy | Reuters | Alarabiya | Jurniscom


