Para Ahli: Inggris Mengambil 20.000 Pengungsi Suriah Hanya Simbolik
LONDON (Jurnalislam.com) – Para ahli Inggris meyakini bahwa keputusan Inggris untuk mengambil 20.000 pengungsi Suriah selama lima tahun ke depan hanyalah "simbolik".
Setelah membanjirnya curahan simpati untuk pengungsi yang mencari keselamatan di Eropa, pemerintah Inggris dikritik atas rencana menerima sekitar 4.000 pengungsi. Kemudian, Perdana Menteri David Cameron mengumumkan pada 7 September bahwa negaranya akan meningkatkan jumlah tersebut menjadi 20.000.
"Pemukiman bagi 20.000 pengungsi selama lima tahun tentu saja melegakan individu yang bersangkutan, namun jumlahnya terlalu kecil untuk menjadi bantuan yang signifikan dalam krisis pengungsi saat ini. Dengan demikian hampir dapat dianggap hanya simbolis saja," Franck Duvell, peneliti senior dan profesor di Pusat Migrasi, Kebijakan dan Masyarakat (Centre on Migration, Policy and Society), mengatakan kepada Anadolu Agency, Senin, 15 September 2015.
Durvell menambahkan bahwa ada 11 juta orang Suriah yang mengungsi, dan lebih dari empat juta lainnya ke negara-negara di benua lain. "Jadi pemukiman untuk 20.000 pengungsi hanya akan mewakili 0,5 persen dari seluruh pengungsi Suriah Internasional."
Dia mengkritik 5.000 pemukiman per tahun selama periode lima tahun, sebagaimana rencana pemerintah Inggris, dan mengatakan: "Pengungsi membutuhkan bantuan dan perspektif sekarang, tidak dalam lima tahun. Memberikan pengungsi cakrawala lima tahun sebelum mereka menerima bantuan sama juga dengan bersikap sinis…"
Durvell mendefinisikan inisiatif Inggris sebagai "tindakan solo" yang bukan bagian dari respon terkoordinasi Uni Eropa, "Inggris terus menolak solusi Eropa dan menegaskan dalam pendekatan nasional."
Ahli lain, Neil Quilliam, kepala program Timur Tengah dan Afrika Utara (the Middle East and North Africa program) serta direktur proyek the Syria and Its Neighbours Policy Initiative at Chatham House mengatakan bahwa kunjungan Cameron ke Libanon bertujuan untuk menunjukkan bahwa Inggris telah membuat kontribusi terhadap krisis pengungsi.
Selama kunjungan, Cameron berpendapat bantuan dari negaranya sebesar $ 1,5 milyar untuk pengungsi Suriah sejak 2012 membantu mencegah ratusan ribu pengungsi untuk "mempertaruhkan hidup mereka berusaha mencapai Eropa."
Quilliam mengatakan, "Hanya mengambil 20.000 pengungsi dan pada tahap yang sangat terlambat, sama sekali tidak memiliki nilai simbolis. Jadi, untuk memiliki nilai simbolik perlu meningkatkan angka-angka ini secara signifikan.."
Quilliam menambahkan. "Saya berada di Turki pekan lalu. Turki menampung dua juta pengungsi. Ini adalah angka fenomenal. 20.000 tidak bisa dibandingkan dengan dua juta."
PBB memperkirakan bahwa lebih dari 220.000 korban telah tewas sejak perang Suriah dimulai dan 10 juta telah mengungsi – 6 juta mengungsi secara internal.
Menurut PBB, pengungsi Suriah yang terdaftar di Turki saja ada sekitar 1,9 juta pada 25 Agustus 2015.
Deddy | Anadolu Agency | Jurniscom




