Pasukan Anti Pemberontak Yaman Rebut kembali Bandara Aden
YAMAN (Jurnalislam.com) – Pasukan Yaman didukung oleh koalisi yang dipimpin Arab telah merebut kembali bandara internasional Aden dari tangan pemberontak Houthi saat pertempuran berat terjadi di kota pelabuhan tersebut setelah runtuhnya gencatan senjata kemanusiaan, kata pemerintah di pengasingan.
Pasukan yang setia kepada Presiden yang diasingkan, Abd-Rabbu Mansour Hadi, juga berhasil menguasai distrik pusat Aden, Khormaksar, pada hari Selasa (14/07/2015), dan sumber-sumber bantuan melaporkan pertempuran terjadi di sekitar area pelabuhan.
Didukung oleh dukungan pesawat dari koalisi Arab, pasukan Yaman melancarkan serangan luas di Aden pekan ini untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai Syiah Houthi, sekutu Iran.
"Bandara Internasional Aden dan Khormaksar telah dibersihkan dari elemen Syiah Houthi dan Saleh oleh pasukan bersenjata dukungan legitimasi Yaman dan pasukan perlawanan rakyat, dalam koordinasi dan dukungan langsung oleh koalisi," kata juru bicara pemerintah Yaman, Rajeh Badi.
Ia mengatakan bahwa ia berharap Aden sudah dibersihkan sepenuhnya dalam beberapa hari mendatang.
Gencatan senjata yang ditengahi PBB untuk memungkinkan pengiriman bantuan ke warga kota yang putus asa dan kekurangan makanan, juga obat-obatan dan kebutuhan lainnya batal pada hari Senin setelah Arab Saudi mengatakan tidak mengakui gencatan senjata dan akan meneruskan serangan udara.
"Pertempuran di Aden dimulai pada pagi hari saat pasukan mendekati Aden dari posisi yang berbeda," kata Ali al-Ahmadi, juru bicara Southern Popular Resistance, yang membela Aden dari gempuran Houthi.
"Setelah bentrokan yang berlangsung selama berjam-jam pasukan mampu memasuki bandara dan markas Badr dan mereka membunuh sejumlah besar milisi."
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berhasil memberikan pasokan medis untuk Aden tetapi mengatakan jatah makanan telah tertunda.
Kelompok bantuan memperingatkan nahwa krisis di Yaman semakin mendalam.
"Kami butuh berhari-hari lamanya untuk mengatur perjalanan yang aman … Tapi bantuan itu tiba di Aden Sabtu lalu. Ini adalah pertama kalinya konvoi kami berhasil tiba di Aden selama berminggu-minggu," Johannes Van Der Klaauw, kemanusiaan koordinator PBB Yaman, mengatakan di Jenewa.
Program Pangan Dunia PBB mengatakan konvoi sebanyak 40 truk tersebut membawa makanan yang cukup untuk memberi makan 117.000 orang selama satu bulan dan telah mencapai provinsi Aden setelah ditahan di sebuah pos pemeriksaan berhari-hari.
Tapi harapan pengiriman 500.000 liter bahan bakar ke Aden masih terhalang oleh masalah keamanan.
"Daerah di sekitar pelabuhan untuk 48 jam terakhir telah menjadi zona perang," kata juru bicara WFP Abeer Etefa.
PBB mengatakan bahwa sejak 3 Juli setidaknya 142 warga sipil, termasuk 36 anak-anak dan 27 wanita, tewas, dan 224 lainnya terluka.
Lebih dari 3.000 orang telah tewas dan lebih dari satu juta menjadi pengungsi sejak konflik pecah.
Deddy | Aljazeera | AFP | Jurniscom
