Indonesian NewsInternasional

Pasukan Irak Mulai Hadapi Perlawanan IS di Fallujah

In this image posted on a photo sharing website by an Islamic State militant media arm on Monday, May 30, 2016, an IS fighter fires his weapon during clashes with Iraqi forces and their allies west of Fallujah, Iraq. Iraqi forces battling their way into Fallujah repelled a four-hour attack by the Islamic State group in the city's south on Tuesday, a day after first moving into the southern edges of the militant-held city with the help of U.S.-led coalition airstrikes.(militant photo via AP)

FALLUJAH (Jurnalislam.com) – Pasukan Irak menghadapi perlawanan sengit di pinggiran Fallujah, saat mereka berusaha merebut kembali kota kunci yang dipegang oleh kelompok Islamic State (IS), lansir Aljazeera Selasa (31/05/2016).

Letnan Jenderal Abdelwahab al-Saadi, komandan operasi, mengatakan bahwa pasukan IS meluncurkan serangan balasan sengit di Naimiyah, pinggiran selatan Fallujah pada Selasa pagi sebelum kelompok bersenjata itu dipukul mundur.

“Ada sekitar 100 pasukan IS yang terlibat, mereka datang pada kami bersenjata berat tapi tidak menggunakan bom mobil atau bom sabuk,” katanya kepada kantor berita AFP.

Saadi mengklaim bahwa pasukan Irak, termasuk polisi dan tentara, menahan serangan, dan menewaskan 75 pasukan IS.

Dia tidak memberi informasi angka kerugian di sisi pro-Irak, namun sumber mengatakan kepada Al Jazeera bahwa setidaknya 15 pasukan Irak dan anggota milisi sekutu Syiah tewas.

Reporter Al Jazeera Omar Al Saleh, melaporkan dari provinsi utara Erbil, mengatakan militer Irak mengendalikan lebih dari 85 persen Naimiyah, menurut sumber militer.

Namun dia menambahkan, bahwa ada laporan yang saling bertentangan dari daerah, bahwa IS mengatakan telah membuat pasukan Irak mundur setelah meluncurkan penyergapan yang menewaskan puluhan orang.

Fallujah, 50 km dari sebelah barat Baghdad, merupakan salah satu dari dua kota besar Irak yang masih di bawah kendali IS. Kota terbesar lainnya adalah Mosul.

Operasi yang telah berlangsung berminggu-minggu memakan korban manusia, kelompok-kelompok hak asasi manusia mengatakan, dengan ribuan warga sipil terperangkap antara pasukan IS dengan tentara Irak dan milisi sekutu Syiah.

Sekitar 50.000 orang masih terjebak di pusat Fallujah pada hari Selasa, berjuang hidup dengan berkurangnya pasokan air dan makanan. PBB mengatakan adanya laporan orang yang mati kelaparan dan dibunuh karena menolak untuk berjuang bersama IS.

“Mereka yang membuat keputusan untuk mencoba melarikan diri tahu bahwa di setiap langkah mereka mungkin menemukan kematian,” Bruno Geddo, perwakilan badan pengungsi PBB di Irak, mengatakan kepada Al Jazeera.

“Jika mereka berhasil mencapai koridor yang aman, tentara Irak bisa mengevakuasi mereka. Namun, jika mereka tertangkap, mereka akan dieksekusi. Untuk mencapai daerah aman sangat berisiko dan berbahaya.”

Geddo juga mengatakan bahwa harga makanan, obat-obatan dan bahan bakar telah “meroket”, dengan banyak barang-barang dasar berada di luar jangkauan warga biasa.

“Makanan benar-benar tidak terjangkau dan harga [50kg] tepung meroket menjadi lebih dari $ 700 (Rp 9.450.000, 1$ = 13.500). Orang-orang sekarang makan kurma busuk dan yoghurt untuk bertahan hidup,” katanya.

Seorang warga Fallujah mengatakan kepada kantor berita AFP melalui telepon bahwa banyak warga sipil takut menghadapi apa yang mungkin IS lakukan saat pertempuran semakin intensif.

“Perlakuan mereka terhadap penduduk semakin buruk dan buruk setiap hari. Ada perasaan panik di antara mereka tampaknya,” warga, yang mengatakan bahwa namanya adalah Abu Mohammed al-Dulaimi, mengatakan.

“Daesh marah karena mereka merasa tidak didukung dan melihat orang-orang menghina mereka di jalanan, meneriakkan kata-kata seperti: ‘pengecut, Anda tidak bersama dengan kami,'” katanya, menggunakan akronim bahasa Arab untuk IS.

“Kemarin, mereka mengumpulkan anak-anak muda dari beberapa bagian kota – kami perkirakan mungkin sekitar 100 pemuda – dan membawa mereka ke lokasi yang tidak diketahui,” katanya.

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button