Pasukan Penjajah Israel Larang Warga Palestina Masuki Al Quds
AL QUDS (Jurnalislam.com) – Polisi Israel membatasi ketat jalan masuk ke Old City Yerusalem yang bersejarah pada Ahad (04/10/2015), sehari setelah perlawanan pemuda Palestina dengan serangan penusukan yang fatal, Andolu Agency melaporkan.
Hanya warga Palestina yang tinggal, bekerja atau belajar di Kota Tua tersebut yang akan diizinkan masuk sampai hari Selasa, polisi zionis mengatakan dalam sebuah pernyataan. Warga Israel dan wisatawan masih akan memiliki akses.
"Unit Polisi berjaga di pintu masuk ke daerah pasar di Old City. Keamanan berlanjut di lingkungan Arab," juru bicara polisi zionis, Superintendent Micky Rosenfeld, dalam twitter.
Tindakan perlawanan pemuda Palestina tersebut mengikuti dua serangan penusukan di Kota Tua Yerusalem; pertama pada Sabtu malam yang menewaskan dua orang Yahudi Israel dan melukai dua lainnya, dan yang kedua melukai seorang anak 15 tahun di Ahad pagi.
Dalam kedua kasus tersebut, polisi Zionis mengatakan mereka membunuh aksi tersebut yang diduga warga Palestina.
Rami Saleh, direktur Pusat Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Yerusalem, mengatakan pembatasan di Kota Lama "mempengaruhi kita dalam cara yang sangat, sangat buruk".
"Mereka membatasi warga Palestina mengunjungi kotanya sendiri. The Old City adalah pusat Yerusalem, pusat Palestina itu sendiri. The Old City adalah pusat komersial untuk Palestina. Pembatasan ini akan menghasilkan banyak dampak ekonomi komersial," katanya.
Surat kabar Israel Haaretz melaporkan bahwa ratusan ekstrimis sayap kanan Zionis Yahudi berbaris di Yerusalem setelah serangan pada Sabtu malam, diduga menyerang beberapa orang Palestina.
Polisi juga telah menambah batas masuk ke kompleks Masjid Al-Aqsa, situs paling suci ketiga bagi umat Islam, hanya mengizinkan akses bagi orang-orang di atas 50 tahun dan wanita.
Pembatasan tersebut meningkatkan ketegangan di Kota Al Quds.
Akibatnya, pemuda Palestina sering melakukan perlawanan dengan polisi Israel di dan sekitar Al-Aqsha.
Mereka mengatakan bahwa pembatasan melanggar hak-hak mereka untuk beribadah di lokasi tersebut, yang secara resmi dikelola oleh umat Islam, bukan Israel. Meskipun Yahudi dilarang berdoa di lokasi tersebut, namun kelompok-kelompok Yahudi garis keras sering melakukan tur di sana disertai oleh pasukan penjajah Israel pada beberapa kesempatan sejak 13 September.
Pembunuhan pasangan Israel di Tepi Barat pada hari Kamis akibat ulah Israel sebelumnya juga meningkatkan ketegangan, yang mengarah ke serangan balasan oleh para pemukim yahudi hingga membakar kendaraan dan properti warga Palestina, namun demikan serangan mematikan terhadap warga Yahudi tersebut yang di identifikasi sebagai perwira militer mendapatkan apresiasi oleh Brigade Al Qassam.
Deddy | Jurniscom


