Pasukan IS Tutup Jalan Sekitar Masjid Agung Mosul sebagai Benteng Terakhir

MOSUL (Jurnalislam.com) – Pasukan Islamic State (IS) menutup jalan-jalan di sekitar Masjid Agung al-Nuri Mosul, kata penduduk, tampaknya dalam persiapan untuk pertarungan terakhir dalam pertempuran di atas markas besar terakhir mereka di Irak, Middle East Eye melaporkan, Rabu (31/5/2017).
Dalam 48 jam terakhir warga menyaksikan puluhan pasukan mengambil posisi di sekitar masjid abad pertengahan tersebut, tempat di mana pemimpin IS Abu Bakr al-Baghdadi mengumumkan sebuah kekhalifahan Islam pada bulan Juli 2014 secara sepihak.
Pasukan pemerintah Irak yang didukung agresor AS merebut kembali Mosul timur pada bulan Januari dan memulai sebuah dorongan baru pada hari Sabtu untuk merebut daerah kantong yang tersisa di Mosul, yang terdiri dari pusat kota tua di mana masjid tersebut berada, dan tiga distrik yang berdekatan di sebelah barat tepi Sungai Tigris
Jatuhnya kota pada akhirnya akan menandai berakhirnya separuh kekhalifahan IS yang mereka deklarasikan sendiri. Sementara di Suriah, pasukan lokal Kurdi yang didukung oleh serangan udara agresor AS mengepung wilayah IS di kota Raqqa, ibukota de facto IS di negara tersebut.
Hingga 200.000 orang masih hidup dalam kondisi mengerikan di Mosul, kehabisan makanan, air dan obat-obatan, dan sulit mengakses rumah sakit, kata Perserikatan Bangsa-Bangsa pada hari Ahad.
Masjid Agung al-Nuri menjadi fokus simbolis operasi militer tersebut, dan para komandan Irak secara pribadi mengatakan bahwa mereka berharap dapat menguasainya selama bulan Ramadhan.
“Pasukan IS tahu bahwa Masjid adalah sasaran yang paling penting dan mereka bersiap menghadapi pertempuran besar di sana,” kata Hisyam al-Hashemi, yang menjadi konsultan beberapa pemerintah Timur Tengah termasuk Irak dalam urusan negara Islam.
Tapi pertempuran di dalam atau di dekat masjid akan membuat bangunan dan menaranya yang terkenal tersebut beresiko, kata para ahli.
Menara, yang miring beberapa kaki dan berdiri di tanah lembab, sangat rentan karena belum direnovasi sejak 1970. Kemiringannya membuat menara itu memperoleh nama populernya – al-Hadba, atau bungkuk.
Serangan Mosul, yang sekarang berada di bulan kedelapan, telah memakan waktu lebih lama dari yang diperkirakan.
Selama beberapa hari terakhir, militan IS memerintahkan puluhan keluarga yang tinggal di distrik Zanjili untuk pindah ke Kota Tua untuk mencegah mereka melarikan diri ke arah pasukan Irak yang berusaha maju dari sisi utara, kata seorang penduduk.
Pasukan pemerintah telah menjatuhkan selebaran di distrik-distrik yang menghimbau keluarga di sana melarikan diri namun intensitas pertempuran telah mencegah mereka untuk melarikan diri.
Pasukan IS telah melawan serangan tersebut dengan bom mobil dan bom rompi, penembak jitu, jebakan dan tembakan mortir.
Sekitar 700.000 orang, sekitar sepertiga dari populasi kota pra-perang, telah melarikan diri, mencari perlindungan baik dengan teman dan keluarga atau di kamp-kamp.



