Setelah Patahkan Kepungan Rezim Assad, Jabhah Fath al-Syam Tembus Distrik Timur Aleppo


ALEPPO (Jurnalislam.com) – Jabhah Fath al-Syam, yang sebelumnya bernama Jabhah Nusrah, mengatakan hari Sabtu (06/08/2016) bahwa mujahidin yang melakukan perlawanan dari dalam kota Aleppo telah bertemu dan bergabung dengan mujahidin di pinggiran kota yang bertempur mematahkan blokade, kantor berita AFP mengatakan, Sabtu.
Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (the Syrian Observatory for Human Rights-SOHR), sebuah kelompok pemantau berbasis di Inggris yang mencatat perkembangan setiap hari di negara itu, mengatakan bahwa “Jabhah Fath al-Syam telah masuk dan maju ke distrik timur Aleppo walaupun belum mengamankan rute karena jet tempur Rusia dan rezim melancarkan serangan udara berat di daerah.”
Oposisi Suriah berbasis Turki juga mengatakan di Twitter, Sabtu:”Jaysh al-Fath mematahkan pengepungan Aleppo.”
Ahrar al-Syam juga memposting di Twitter bahwa mereka telah menguasai Ramosa di tepi barat daya kota dan dengan demikian membuka rute menuju Aleppo.
Pasukan rezim Syiah Suriah mengepung Aleppo pada 17 Juli setelah menutup rute terakhir yang dikuasai mujahidin menuju kota.
Zouhir al-Shimale, seorang jurnalis di Aleppo, mengatakan kepada Al Jazeera, Sabtu bahwa pengepungan praktis telah dipatahkan.
Jaysh al-Fath, mengumumkan pada hari Jumat bahwa mereka telah menguasai sebuah pangkalan militer strategis di Ramosa di barat daya Aleppo.
Jihadis menggunakan pangkalan militer tersebut untuk melancarkan serangan ke daerah yang dikuasai rezim, menurut al-Shimale.
Pada sekitar 12:00 waktu setempat pada hari Sabtu, sebuah bom mobil meledak di al-Amiriya, di tepi wilayah kota yang terkepung, katanya.
Al-Shimale mengatakan daerah antara Ramosa dan al-Amiriya sekarang semua berada di bawah kendali Jaysh al-Fath.
“Terjadi bentrokan berat dan penembakan acak dari helikopter dan pesawat tempur,” tambahnya.
Kemenangan di Aleppo akan menjadi dorongan bagi Jaysh al-Fath, yang telah berjuang selama berminggu-minggu untuk merebut kembali kontrol atas kota meskipun pasukan Rusia dan Suriah membombardir sangat intens.
Deddy | Al Jazeera | Jurnalislam




