PBB Jadwalkan Ulang Pembicaraan dengan Rezim Suriah
JENEWA (Jurnalislam.com) – Pembicaraan antara utusan khusus PBB untuk Suriah dan perwakilan rezim yang direncanakan dilakukan hari Senin 11:00 (1000 GMT) di Jenewa telah "dijadwal ulang" untuk juga mengadakan pembicaraan dengan oposisi moderat pertama, kata PBB, lansir World Bulletin Senin (01/02/2016).
Khawla Mattar, juru bicara bagi utusan khusus Staffan de Mistura, mengatakan ada "kebutuhan untuk berbicara" dengan oposisi moderat pertama, dan bahwa pertemuan dengan rezim akan terjadi "mungkin di hari lain".
Diskusi dengan kelompok oposisi payung Komite Negosiasi Tinggi (the High Negotiations Committee-HNC) masih diperkirakan berlangsung di markas Eropa PBB pada pukul 5:00 (1600 GMT), kata PBB.
HNC, yang dengan enggan muncul terlambat hari Sabtu dan mengadakan pembicaraan informal dengan de Mistura pada hari Ahad di sebuah hotel Jenewa, ragu-ragu memasuki pembicaraan tidak langsung resmi berdasarkan rencana November yang disepakati oleh kekuatan luar.
Mereka menuntut agar rezim Bashar al-Assad mengizinkan akses kemanusiaan ke kota-kota yang terkepung, berhenti membombardir warga sipil dan melepaskan tahanan.
Kepala utusan rezim, Bashar al-Jaafari, yang tiba di Jenewa pada Jumat ketika ia mengadakan pembicaraan dengan de Mistura, mengatakan pada hari Ahad bahwa HNC itu "tidak serius".
"pembicaraan kedekatan" tersebut adalah sangat diharapkan untuk memetakan jalan keluar dari perang hampir lima tahun yang telah menewaskan lebih dari 260.000 orang dan memaksa jutaan orang terusir dari rumah mereka.
Deddy | World Bulletin | Jurnalislam


