Internasional

PBB Siapkan Voting atas Senjata Kimia Rezim Suriah

SURIAH (Jurnalislam.com) – Dewan Keamanan PBB diperkirakan akan mengadopsi rancangan resolusi Jumat bertujuan menentukan siapa yang menggunakan senjata kimia di Suriah, diplomat mengatakan pada hari Kamis, 6 Agustus 2015, lansir Anadolu Agency.

Voting 15 anggota dewan tersebut dilakukan sehari setelah Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengatakan ia telah mencapai kesepakatan mengenai resolusi dengan rekan Rusia-nya.

"Kami juga berbicara tentang resolusi PBB dan saya percaya telah sepakat untuk melakukan voting resolusi secepatnya, menggantikan proses akuntabilitas yang telah hilang", Kerry mengatakan di Malaysia setelah bertemu dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov.

Rancangan resolusi Amerika, yang memutuskan voting setelah beberapa bulan diskusi, meminta Sekjen PBB Ban Ki-moon dan pengawas senjata kimia global, OPCW, agar mendirikan sebuah panel investigasi bersama dalam waktu 20 hari untuk mengidentifikasi pelaku serangan yang menggunakan klorin dan agen beracun lainnya di Suriah.

Panel ini bertugas "mengidentifikasi individu, badan, kelompok, atau pemerintah sebagai pelaku, penyelenggara, sponsor atau terlibat secara lebih luas dalam penggunaan bahan kimia, termasuk klorin atau bahan kimia beracun lainnya sebagai senjata" di negara yang tercabik perang tersebut.

Panel ini juga membuka jalan untuk menahan sebuah organisasi atau individu yang bertanggung jawab atas serangan gas klor mematikan.

Jika diadopsi, resolusi ini akan menandai pergeseran yang signifikan dalam sikap Moskow mengenai tindakan PBB terhadap Suriah.

Rusia adalah sekutu rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad dan telah melindungi rezimnya dari tindakan Dewan Keamanan selama perang sipil empat tahun, yang telah menewaskan sedikitnya 250.000 orang.

Penggunaan klorin dan bahan kimia beracun lainnya sebagai senjata di Suriah sebelumnya telah didokumentasikan.

Sebuah misi pencari fakta oleh Organisasi Pelarangan Senjata Kimia menemukan di September 2014 "dengan tingkat kepercayaan yang tinggi, bahwa klorin digunakan sebagai senjata sistematis dan berulang kali di tiga desa di Suriah utara".

Rezim Suriah melancarkan serangan klorin dengan bom barel yang dijatuhkan dari helikopter. Rezim Assad adalah satu-satunya kekuatan di medan perang yang dikenal memiliki helikopter.

Deddy | Anadolu Agency | Jurniscom

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button