Internasional

Pemberontak Syiah Houthi Rampas Bantuan Kemanusian ke Taez

YAMAN (Jurnalislam.com)Human Rights Watch pada hari Ahad (31/01/2016) mengatakan pemberontak Houthi Yaman merampas  bantuan kemanusiaan yang dikirim ke Taez, dan mendesak pemberontak yang didukung Iran tersebut untuk membuka akses ke kota yang terkepung, lansir World Bulletin Ahad.

Pemberontak Houthi dan sekutu mereka telah selama berbulan-bulan memperketat jerat terhadap pasukan pendukung Presiden Abderabbo Mansour Hadi di pusat kota terbesar ketiga di Yaman.

Pemberontak "harus segera mengakhiri penyitaan barang yang diperuntukkan bagi penduduk sipil dan mengizinkan akses penuh bagi badan-badan bantuan," kata HRW dalam pernyataannya.

"Perampasan harta warga sipil adalah melanggar hukum, tetapi merebut makanan dan pasokan medis mereka sangatlah kejam," wakil direktur untuk Timur Tengah dan Afrika Utara, Joe Stork, mengatakan.

HRW mengatakan penduduk kota itu menurun dari sekitar 600.000 menjadi tidak lebih dari 200.000 warga sipil setelah mengungsi dari pertempuran, menurut angka PBB.

Setidaknya sejak September, pengawas hak asasi mengatakan, pemberontak di pos pemeriksaan telah merampas makanan, gas untuk memasak dan perlengkapan medis yang dibawa warga ke daerah-daerah terkepung.

Badan-badan bantuan internasional juga menghadapi kesulitan membawa makanan dan obat-obatan, kata HRW.

Doctors Without Borders mengatakan bahwa mereka telah menyampaikan pasokan medis penting untuk rumah sakit di kota pada awal Januari, dalam pengiriman pertama sejak Agustus.

Pengiriman itu terjadi beberapa hari setelah badan amal Saudi mengatakan bahwa pesawat koalisi pimpinan Arab yang memerangi pemberontak telah mengirim 40 ton peralatan medis dan makanan ke Taez.

Koalisi Arab sejak Maret melakukan operasi udara dan darat di Yaman untuk mendukung kekuatan pemerintah Yaman terhadap pemberontak Syiah Houthi dan sekutu mereka yang didukung Republik Syiah Iran.

Lebih dari 5.800 orang telah tewas di Yaman sejak Maret, sekitar setengah dari mereka warga sipil, menurut PBB.

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button