Pemerintah Afghanistan akan Putuskan Kapan Misi Pasukan Turki Berakhir
ANGKARA (Jurnalislam.com) – Turki akan menarik pasukannya dari Afghanistan saat Kabul mengatakan OK, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan, Kamis (24/12/2015).
Seperti yang dilansir World Bulletin, Kamis, dalam sebuah konferensi pers bersama dengan rekannya dari Afghanistan, Presiden Ashraf Ghani, di ibukota Turki, Ankara, Erdogan mengatakan, "Afghanistan menderita luka serius dan kami akan terus membantu mereka menyembuhkan luka ini.”
"Angkatan bersenjata kami telah berada di Afghanistan dari awal hingga sekarang untuk tujuan keamanan, seperti yang Anda tahu, kami memiliki misi pelatihan di sana. Kami akan terus mematuhi jadwal yang telah diputuskan oleh saudara Afghanistan kami sesuai dengan negosiasi. Kami akan menarik tentara kita ketika Afghanistan mengatakan 'OK'. "
Parlemen Turki mengizinkan pemerintah pada 6 Januari untuk melanjutkan penempatan tentara Turki di Afghanistan selama dua tahun lebih di bawah misi baru NATO yang disebut Resolute Support, yang diluncurkan pada 1 Januari 2015.
Saat Pasukan Bantuan Keamanan Internasional yang dipimpin NATO mengakhiri misi tempur mereka selama 13 tahun di Afghanistan pada akhir 2014, misi Turki berkembang menjadi pelatihan dan penasehat pasukan keamanan Afghanistan yang baru lahir.
"Ini adalah misi pelatihan, penasehat dan bantuan," kata Menteri Pertahanan Turki Ismet Yilmaz pada 6 Januari, seraya menambahkan, "Tidak akan ada operasi pertempuran."
Ghani mengucapkan terima kasih atas dukungan Turki, terutama di bidang keamanan.
"Tentara Turki bahu-membahu dengan kami," Ghani mengakui, menambahkan, "Sekali lagi, kami ingin mengucapkan terima kasih karena Anda mendukung rakyat Afghanistan".

Erdogan juga menekankan bahwa kerjasama Turki dengan Afghanistan di bidang politik, ekonomi, komersial dan budaya juga akan terus berlanjut.
Turki dan Afghanistan menandatangani tiga perjanjian, termasuk nota kesepahaman pada solidaritas politik, kerja sama keamanan dan deklarasi untuk pembangunan kampus Universitas Mevlana Celaleddin Rumi Turki-Afghanistan di Kabul.
"Bekerja sama dengan teman lama kita, saudara abadi Afghanistan sangat penting bagi Turki," kata Erdogan.
Ghani menyerukan kerjasama lebih di bidang ekonomi dan budaya antara Turki dan Afghanistan. Dia juga menghargai investasi yang datang dari investor Turki.
Ia juga menceritakan konferensi kelima "Heart of Asia" yang diadakan di ibukota Pakistan, Islamabad, pada 8 Desember dan mencatat bahwa kerangka umum telah dibuat dalam hal terorisme.
Dia juga menggarisbawahi pentingnya proyek pipa TAPI untuk menghubungkan Turkmenistan, Afghanistan, dan Pakistan.
Sebelum membuat pernyataan, presiden Turki juga mengadakan pertemuan rinci dengan Ghani.
Deddy | World Bulletin | Jurnalislam




