Pemerintah Sebut Varian Delta Penyebab Kelesuan Ekonomi

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Pemerintah menyebut laju pertumbuhan ekonomi mengindikasikan pemulihan pada semester satu 2021. Hal ini tercermin dari APBN yang bekerja fleksibel untuk memberikan berbagai tambahan anggaran dari sisi kesehatan maupun bantuan bagi masyarakat yang rentan.
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan penanganan Covid-19 terutama akselerasi vaksinasi dan pembatasan mobilitas akan menentukan laju pemulihan ekonomi yang membutuhkan mobilisasi dana dan SDM daerah yang sangat besar.
“Peningkatan kasus Covid-19 dengan varian baru menimbulkan downside riskuntuk laju pemulihan ekonomi,” ujarnya saat rapat kerja dengan Banggar secara virtual, Senin (12/7).
Menurutnya lonjakan kasus yang terjadi sejak Juni lalu mengharuskan pemerintah kembali melakukan pengetatan mobilitas melalui PPKM Darurat. Adapun pengetatan ini membutuhkan tambahan anggaran untuk membantu sisi kesehatan dan juga perlindungan sosial.
“Ini yang menggambarkan APBN kita harus dinamis dan responsif. Kita nggak pernah tahu kenaikan Covid kapan terjadi dan bentuknya seperti apa, yang kita upayakan agar tidak semakin buruk dan masyarakat terlindungi,” ucapnya.
Sri Mulyani mencatat saat ini anggaran kesehatan naik menjadi Rp 193 triliun untuk menangani masyarakat yang terinfeksi Covid-19 dan juga vaksinasi. Begitu juga anggaran perlindungan sosial yang meningkat untuk memberikan berbagai bantuan sosial bagi masyarakat.
Adapun beberapa bantuan sosial yang diberikan selama PPKM Darurat adalah bantuan sosial tunai yang diperpanjang dua bulan yakni Juli dan Agustus, program keluarga harapan (PKH) kuartal tiga 2021, dipercepat penyalurannya pada Juli 2021
Kemudian ada juga bansos sembako hingga BLT dana desa yang semuanya diberikan untuk membantu masyarakat yang sangat rentan dan bantuan perpanjangan diskon listrik bagi pelanggan 450 VA dan 900 VA hingga September 2021.
Sumber: republika.co.id




