Internasional

Pemuda Gaza Tiru Kekejaman Pos Pemeriksaan Israel sebagai Bentuk Protes

PALESTINA (Jurnalislam.com) –  Pemuda Palestina di Jalur Gaza mendirikan sejumlah pos pemeriksaan di jalan-jalan utama pada hari Senin (01/06/2015), mengatakan bahwa mereka "meniru pos pemeriksaan Israel, yang melanggar kebebasan Palestina untuk bergerak di jalan-jalan dan kota-kota di Tepi Barat."

Pos-pos pemeriksaan tersebut didirikan oleh kampanye pemuda Palestina "Movers for Palestine" di dekat al-Azhar dan di tengah-tengah Kota Gaza.

Sejumlah orang, sambil memegang senjata dan pistol, serta mengenakan seragam yang sama dengan yang dipakai oleh tentara Israel, berdiri di samping pos-pos pemeriksaan.

Banyak warga Palestina di Tepi Barat menyaksikan penyebaran besar tentara Israel yang mendirikan pos-pos pemeriksaan tentara, dimana mereka menghentikan kendaraan, mencari dan memeriksa kartu identitas pribadi pengemudi, lalu menangkap beberapa di antaranya.

"Pos pemeriksaan ini menunjukkan penderitaan keras yang dialami warga Palestina di Tepi Barat oleh tentara Israel, juga mengekspos pelanggaran terhadap kebebasan bergerak dan transportasi," Mohammed Abu Samra, juru bicara kampanye, mengatakan kepada Anadolu Agency. "Kami ingin menyampaikan dan menjelaskan kenyataan pahit dimana warga Palestina di Tepi Barat hidup dan mengalami pelanggaran kebebasan bergerak yang mereka dapat dari pos pemeriksaan Israel."

Dia menunjukkan bahwa banyak pemuda Palestina di Gaza tidak hidup melalui penderitaan inspeksi Israel di pos pemeriksaan.

Tentara Israel dan pemukim sepenuhnya menarik diri dari Gaza pada tahun 2005, dalam sebuah  "Unilateral Disengagement Plan." (Rencana Pelepasan Unilateral)

Kampanye "Movers for Palestine" didirikan pada tahun 2013 di Jalur Gaza, Tepi Barat dan Israel.

Gerakan ini terdiri dari pemuda Palestina yang melaksanakan berbagai acara yang bersangkutan dengan Palestina.

"Kami memiliki satu identitas dan penderitaan kami adalah satu," kata Abu Samra. "Kami juga ingin membawa penderitaan ini menjadi perhatian dunia."

 

Deddy | World Bulletin | Jurniscom  
 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button