BeritaIndonesian NewsNasional

Penduduk Miskin di NTB Bertambah 2.150 Jiwa

pasar-murahMATARAM (Jurnalislam.com) – Badan Pusat Statistik Nusa Tenggara Barat (NTB) merilis jumlah penduduk miskin pada Maret 2016 mencapai 804.440 orang atau bertambah 2.150 orang dibanding keadaan pada September 2015 sebanyak 802.290 orang.

“Tapi jika dibandingkan dengan Maret 2015, jumlah penduduk miskin di NTB berkurang 19.450 orang,” kata Kepala Bidang Statistik Sosial, Badan Pusat Statistik (BPS) NTB Sunarno, di Mataram, Senin (18/7/2016) sebagaimana dilansir antara.

Menurut dia, bertambahnya penduduk miskin pada Maret 2016, disebabkan kenaikan harga barang-barang kebutuhan pokok akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), sehingga memicu inflasi yang cukup tinggi.

Selama periode September-Maret 2016, penduduk miskin di daerah perkotaan bertambah sekitar 794 orang, berbeda dengan di daerah perdesaan berkurang sebanyak 578 orang.

Peranan komoditi makanan terhadap garis kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan. Kondisi ini terjadi di perkotaan dan perdesaan.

Pada Maret 2016, sumbangan garis kemiskinan makanan terhadap garis kemiskinan sebesar 73,27 persen untuk perkotaan dan 76,38 persen untuk daerah perdesaan.

Komoditas yang memberikan sumbangan terbesar pada garis kemiskinan adalah beras sebesar 27,85 persen di perkotaan dan 33,93 persen di perdesaan.

“Beras, telur ayam ras, mi instan dan bawang merah memberi pengaruh besar terhadap kemiskinan di NTB pada Maret 2016,” ujarnya.

Pada periode September 2015-Maret 2016, kata dia, indeks kedalaman kemiskinan (P1), mengalami peningkatan dari 2,725 pada September 2015, menjadi 3,002 pada Maret 2016.

Hal itu mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin cenderung menjauhi garis kemiskinan dan ketimpangan pengeluaran penduduk sedikit bertambah.

Begitu juga indeks keparahan kemiskinan (P2) mengalami peningkatan dari 0,726 pada September 2015, menjadi 0,774 pada Maret 2016.

“Dengan meningkatnya P2, berarti kesenjangan di antara penduduk miskin semakin bertambah,” kata Sunarno.

Reporter: Sirath | Editor: Ally Muhammad Abduh

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button