Perang Berlanjut, Tidak Ada Tempat yang Aman Bagi Warga Sipil di Barat Mosul

IRAK (Jurnalislam.com) – Tentara Irak pada hari Ahad (26/3/2017) melanjutkan operasi melawan kelompok Islamic State (IS) di Mosul setelah jeda satu hari, di tengah keprihatinan atas meningkatnya korban sipil yang tewas dalam pertempuran sengit yang menyebar ke daerah paling padat penduduk di kota ini, lansir Aljazeera.
Serangan itu sempat ditunda setelah para pejabat lokal dan warga di Mosul barat mengatakan serangan udara yang diduga dilakukan oleh koalisi pimpinan AS pekan lalu telah menewaskan sejumlah warga sipil di distrik al-Jadida yang dikuasai IS.
Pasukan pertahanan pada hari Sabtu tidak mengizinkan wartawan untuk masuk ke lokasi serangan, tapi koalisi mengakui bahwa mereka menyerang daerah itu pada 17 Maret, dan mengatakan sedang menyelidiki laporan kematian warga sipil.
Rincian tentang apa sebenarnya yang terjadi pada 17 Maret tersebut sulit untuk dikonfirmasi saat pasukan Irak terlibat pertempuran dengan IS untuk merebut kembali wilayah padat penduduk di setengah bagian barat Mosul, benteng terakhir IS di Irak.
Saksi dan pejabat setempat mengatakan lebih dari 200 mayat ditarik dari sebuah bangunan yang runtuh setelah serangan koalisi udara.
Namun dalam sebuah pernyataan hari Ahad, militer Irak mengatakan tidak ada tanda-tanda bangunan tersebut hancur akibat serangan.
“Sebuah tim ahli militer dari komandan lapangan memeriksa bangunan rumah yang dilaporkan media benar-benar telah hancur. Semua dinding terdapat jebakan dan tidak ada lubang yang menunjukkan terjadi akibat serangan udara,” katanya, menambahkan bahwa 61 mayat ditemukan dari reruntuhan.



