Internasional

Perang Suriah: Perundingan AS-Rusia di Lausanne Gagal Pecahkan Kebuntuan

SWISS (Jurnalislam.com) – Sebuah babak baru perundingan diplomatik sekali lagi gagal memecahkan kebuntuan untuk mengakhiri pertempuran di Suriah, saat pertemuan sembilan negara di kota Lausanne, Swiss, atas ketidaksetujuan melakukan tindakan konkret untuk menghentikan perang, Aljazeera melaporkan, Ahad (16/10/2016).

Dengan masih berkecamuknya pertempuran di Aleppo, pembicaraan hari Sabtu, yang diselenggarakan oleh Menteri Luar Negeri AS John Kerry, disimpulkan setelah lebih dari empat jam tanpa kesepakatan bersama dari negara-negara peserta.

Kerry sedang mencari jalan baru untuk perdamaian setelah gagal mengamankan gencatan senjata dalam pembicaraan langsung dengan Rusia di tengah meningkatnya kecaman keras internasional atas pemboman Rusia dan rezim Suriah terhadap Aleppo timur yang dikuasai koalisi pejuang Suriah.

Kerry mengundang Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dan tujuh menteri luar negeri dari wilayah Teluk, serta diplomat dari PBB, hanya beberapa pekan setelah runtuhnya gencatan senjata yang ditengahi AS-Rusia.

Setelah pertemuan itu, Kerry mengatakan kepada wartawan bahwa pembicaraan berlangsung “konstruktif,” tetapi mengakui bahwa tindakan konkrit gagal disepakati.

Dia juga mengatakan pertemuan berikutnya antara pihak yang terlibat dalam pembicaraan kali ini akan bertemu kembali pada hari Senin untuk membahas langkah-langkah masa depan.

Lavrov, di sisi lain, mengatakan kepada kantor berita Rusia bahwa negara-negara yang bertemu membahas beberapa “ide yang menarik.”

Editor diplomatik Al Jazeera James Bays, melaporkan dari Lausanne, mengatakan, “Saya pikir Lavrov dan Kerry mencoba mengambil keputusan berani mengenai apa yang terjadi di sini”.

“Mereka datang lagi ke meja perundingan untuk memilah situasi di utara Suriah, khususnya pemboman Aleppo, dan sekali lagi diplomasi ini mengecewakan rakyat Aleppo.

“Tidak ada terobosan, tidak ada perkembangan konkrit sama sekali dari pembicaraan ini.”

Menjelang pembicaraan, Vitaly Churkin, Duta Besar PBB Rusia, mengatakan bahwa tujuan utama pertemuan Lausanne agar negara yang mendukung kelompok-kelompok oposisi “moderat” menggunakan pengaruh mereka untuk mengupayakan gencatan senjata baru.

Kerry dan Lavrov bergabung di Lausanne oleh Staffan de Mistura, utusan PBB Suriah, bersama dengan diplomat tinggi Turki, Arab Saudi dan Qatar – semuanya merupakan pendukung pasukan oposisi Suriah.

Iran, pendukung utama rezim Suriah, juga mengirim menteri luar negerinya, Mohammad Javad Zarif, untuk ambil bagian dalam pembicaraan.

Negara-negara Eropa tidak terwakili pada pertemuan yang digelar di sebuah hotel mewah di Danau Jenewa tersebut.

Namun para pejabat Prancis menegaskan bahwa menteri luar negeri negara-negara yang sehati merencanakan bertemu Kerry di London pada hari Ahad untuk membahas krisis Suriah.

Bays dari Al Jazeera mengatakan bahwa menteri dari Inggris, Perancis dan Jerman diperkirakan akan membahas apa yang terjadi di Lausanne, sekaligus juga “berbicara tentang beberapa masalah yang lebih luas.”

“Inggris dan Perancis membahas opsi militer. Kita tahu bahwa AS di bawah Presiden Obama enggan melihat opsi militer,” kata wartawan kami.

“Kami tahu Perancis mendorong penyelidikan kejahatan perang atas rezim Suriah dan pemboman udara Rusia. Masalah tersebut sekarang akan dibahas di London.”

Related Articles

Back to top button