Pertempuran Mosul Dekati Situs Sejarah Namrud Kuno

BAGHDAD (Jurnalislam.com) – Pertempuran untuk Mosul, kota kedua Irak, pada hari Kamis (10/11/2016) mendekati sisa-sisa situs Namrud kuno, kata militer, lansir Al Arabiya News Channel, Kamis..
Tentara dan sekutu milisi maju di dua desa yang diselenggarakan oleh kelompok Islamic State (IS) dekat situs kuno tersebut sekitar 30 kilometer (20 mil) selatan Mosul, kata Komando Operasi Gabungan.
“Unit Divisi Lapis Baja ke-9 dan Hashed al-Ashaeri (milisi sekte Syiah) mulai maju untuk membebaskan desa Abbas Rajab dan Al-Nomaniyah, menuju Nimrud,” katanya.
Nimrud adalah salah satu pusat besar Timur Tengah kuno. Didirikan pada abad ke-13 SM, Nimrud menjadi ibukota kerajaan Asyur, dimana penguasa membangun istana yang luas dan monumen yang telah menarik perhatian arkeolog dari seluruh dunia selama lebih dari 150 tahun.
Banyak patung batu monumental dan relief dibawa untuk dipamerkan di berbagai museum di seluruh dunia tetapi beberapa struktur yang lebih besar tetap di tempat ketika IS menyerbu pada pertengahan 2014.
Tapi itu hanyalah salah satu dari sejumlah situs warisan berharga yang terancam dengan kerusakan akibat serangan yang diluncurkan pemerintah pada 17 Oktober untuk merebut kembali Mosul, kubu besar terakhir militan IS di Irak.
Tidak jelas apa yang masih tersisa dari reruntuhan kuno Nimrud saat pasukan Irak bergerak lebih dekat.
Wilayah di mana Hatra kuno terletak mungkin terjadi pertempuran antara IS dan pemerintah Irak serta milisi pro-Irak yang bertujuan untuk merebut kembali kota Tal Afar, yang memerintahkan barat Mosul.
Niniwe Kuno juga terletak di jalur pergerakan pasukan Irak.

