Internasional

Pertempuran Mosul: Pasukan Irak Evakuasi 1.000 Lebih Warga Sipil dari Garis Depan

IRAK (Jurnalislam.com) – Pasukan khusus Irak telah memindahkan lebih dari 1.000 orang dari desa-desa dekat garis depan pertempuran untuk merebut kota Mosul dan sekitarnya yang dikuasai Islamic State (IS), kata para pejabat, Aljazeera melaporkan, Rabu (26/01/2016).

Haider Fadhil, mayor jenderal pasukan khusus, mengatakan warga Tob Zawa dan desa-desa lainnya dibawa ke sebuah kamp di wilayah terdekat Khazer untuk keselamatan mereka.

Organisasi Internasional untuk Migrasi mengatakan sekitar 9.000 orang telah mengungsi sejak operasi untuk merebut Mosul dimulai pada 17 Oktober.

Reporter Al Jazeera Hoda Abdel-Hamid, melaporkan dari Erbil, mengatakan: “Hingga satu juta warga sipil diyakini terjebak di dalam Mosul. Memastikan keselamatan mereka sama menantangnya seperti mengalahkan IS.”

IS menguasai kota pada tahun 2014. Mosul sekarang menjadi benteng terbesar IS di Irak.

Pasukan khusus melakukan operasi pembersihan di daerah yang telah direbut kembali dari IS di sebelah timur kota, di mana tentara menemukan sebuah jaringan terowongan luas yang digunakan oleh IS untuk memasukkan dan mengeluarkan pasukan dan persediaan dengan sepeda motor, kata Mayor Salam al-Obeidi.

pertempuran-mosul-pasukan-irak-evakuasi-1-000-lebih-warga-sipil-dari-garis-depan

Di sebelah selatan Mosul, komandan Irak lain mengatakan IS telah menarik diri dari kota Shura menuju kota, mengambil warga sipil untuk digunakan sebagai perisai manusia dan meninggalkan peledak booby-traps untuk memperlambat pergerakan pasukan Irak.

“Ini desa-desa kecil yang sekunder bagi mereka, Mosul jauh lebih penting,” kata Brigadir Jenderal Alaa Mehsin, dari Divisi 15 tentara Irak. “Mereka tidak ingin membuang-buang energi mereka.” Dia mengatakan sejumlah kecil pasukan dan warga sipil yang masih berada di dalam kota.

Juga pada Rabu, Kurdi Peshmerga menguasai desa barat Bashiqa – kota utama di utara Mosul – setelah dua hari terlibat bentrokan dengan IS.

Jenderal Peshmerga Bahram Yassin mengatakan IS menggunakan bom mobil, bahan peledak dan terowongan, serta drone yang dilengkapi dengan bom kecil untuk menyerang posisi pasukan.

Sementara itu, sumber mengatakan kepada Al Jazeera bahwa tujuh pasukan IS dan tiga warga sipil tewas dalam serangan udara AS di utara Mosul.

Related Articles

Back to top button