Pertempuran Sengit Kembali Terjadi di Taez dan Daleh, Yaman
YAMAN (Jurnalislam.com) – Pertempuran sengit pada hari Senin (25/05/2015) antara pemberontak Houthi dan pasukan pro-pemerintah di kota ketiga Yaman, Taez, menewaskan dan melukai puluhan orang, penduduk dan seorang pejabat mengatakan.
Bentrokan terjadi sehari setelah seorang pejabat PBB mengatakan bahwa konferensi perdamaian yang diusulkan untuk negara tersebut ditunda tanpa batas waktu.
Saksi mata mengatakan pertempuran di beberapa kabupaten di Taez pada Senin pagi menimbulkan kepanikan bagi penduduk.
Bentrokan yang meletus pada hari Ahad dan berkecamuk sepanjang malam, telah menewaskan sedikitnya 30 Syiah Houthi dan pasukan sekutu, pejabat setempat mengatakan kepada Agence France-Presse.
Dia mengatakan korban sementara menunjukkan setidaknya lima loyalis Presiden Abedrabbu Mansour Hadi juga tewas.
Setidaknya 10 pasukan Syiah Houthi tewas di sebuah pos pemeriksaan di Taez barat, pasukan Perlawanan Rakyat yang bersekutu dengan Hadi mengatakan kepada Al Arabiya News Channel.
Pada hari kedua, Houthi dan sekutu mereka menargetkan beberapa lingkungan di Taez dengan roket dan tembakan tank, kata warga.
Menurut kantor berita Reuters, pemberontak Houthi memukul mundur milisi suku dalam pertempuran jalanan yang sengit, saat serangan udara yang dipimpin Arab menghantam sebuah pangkalan militer pendukung Houthi di ibukota Sanaa.
Petugas medis dan warga mengatakan kepada AFP bahwa pemboman hari Ahad di Taez telah membunuh 10 warga sipil dan melukai 80 lainnya.
"Pembantaian nyata terjadi di Taez, kota yang mempelopori pemberontakan" yang menyebabkan keberangkatan Presiden Ali Abdullah Saleh yang mendukung Houthi di awal 2012, kata seorang warga, Bassam al-Qadhi.
"Saleh telah bergabung dengan para pemberontak untuk membalas dendam," tambahnya.
Sementara itu, para pejabat di provinsi tetangga Daleh mengatakan bahwa pejuang pro-Hadi telah merebut kembali beberapa posisi dari tangan pemberontak, termasuk sebuah kamp militer, dalam pertempuran di waktu fajar.
Bentrokan yang berlangsung pada hari Senin, kata mereka, terutama terjadi di Brigade Lapis Baja ke-33, sebuah pangkalan yang dikuasai pemberontak.
Pasukan pro-pemerintah telah menyita enam tank selama pertempuran, kata mereka.
Bentrokan juga dilaporkan terjadi di provinsi selatan Yaman lainnya pada hari Senin, termasuk di Aden, Shabwa dan Abyan.
Bentrokan terjadi setelah penyerangan intens satu hari oleh pesawat tempur koalisi pimpinan Arab yang menargetkan depot dan posisi kelompok pemberontak, kata para saksi mata.
Penundaan konferensi perdamaian PBB terjadi hanya empat hari sebelum rencana pembukaan di Jenewa.
Tidak ada kepastian mengenai siapa saja yang akan menghadiri pembicaraan tersebut, dan penundaan merupakan sebuah pukulan bagi upaya PBB untuk menengahi perdamaian di negara dimana hampir 2.000 orang telah tewas sejak Maret, menurut AFP.
Koalisi yang dipimpin Arab telah membom pemberontak Houthi, yang merupakan sekutu Iran, selama berbulan-bulan dan mendukung para pejuang Yaman yang menentang Houthi di garis pertempuran yang terbentang di seluruh negeri.
Deddy | Al Arabiya | AFP | Reuters | Jurniscom




