Internasional

Perundingan Jenewa: Milisi Komunis PYD – YPG ingin Bergabung ke Oposisi Suriah

JENEWA (Jurnalislam.com) – Kelompok Suriah PYD dan sayap militernya YPG harus bergabung dengan oposisi Suriah (dukungan AS) dalam perang melawan terorisme, kata perwakilan Dewan Nasional Kurdi Suriah di Jenewa, Rabu (20/04/2016), lansir Anadolu Agency.

Padahal Turki menganggap PKK, PYD dan YPG sebagai kelompok teroris. AS hanya menetapkan PKK saja sebagai kelompok teroris meskipun kelompok-kelompok tersebut adalah sama.

Dewan Kurdi Abdul-Hakim Bashar mengatakan kepada wartawan bahwa Kurdi Suriah diwakili dalam oposisi Suriah Komite Negosiasi Tinggi (High Negotiations Committee).

"Kami menyerukan agar PYD meninggalkan pasukan rezim Assad, dan bergabung dengan pasukan oposisi untuk melawan terorisme" kata Bashar.

Dia mengatakan bahwa sebuah bab baru akan dibuka ketika PYD bergabung dengan pasukan oposisi (dukungan Barat).

Fouad Aliko, anggota Koalisi Nasional Suriah dan Dewan Nasional Kurdi, mengatakan PYD diminta untuk bergabung dengan kekuatan oposisi dua bulan yang lalu. "Namun, mereka tidak menanggapi permintaan kita," kata Aliko.

Tentang operasi kontraterorisme terhadap PKK di bagian tenggara Turki, Aliko mengatakan: "Ini adalah masalah dalam negeri yang tidak menarik bagi kami. Kami tidak ikut campur dalam masalah Kurdi yang tinggal di Turki, Irak maupun Iran. Turki tidak memiliki intervensi khusus atas Suriah Kurdi…"

Putaran ketiga pembicaraan untuk menyelesaikan konflik Suriah dimulai di Jenewa pada 13 April, tetapi menemui hambatan ketika oposisi Suriah memutuskan untuk secara sepihak menunda upaya perdamaian pada hari Senin karena apa kondisi kemanusiaan di Suriah yang memburuk.

Suriah telah terkunci dalam perang saudara setan sejak awal 2011, ketika rezim Syiah Nushairiyah Bashar al-Assad menumpas protes masyarakat dengan kebrutalan militer yang tidak terduga.

Sejak itu, lebih dari lebih dari 361.000 orang telah tewas di Suriah menurut penghitungan yang disusun oleh Anadolu Agency, angka ini melebihi jumlah perhitungan PBB.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button