PM Davutoglu: Turki Tidak Terikat oleh Gencatan Senjata Suriah
ANKARA (Jurnalislam.com) – Turki tidak terikat oleh perjanjian AS-Rusia untuk menghentikan permusuhan di Suriah, Perdana Menteri Ahmet Davutoglu mengatakan Kamis (25/02/2016), lansir anadolu Agency.
"Semua pihak harus tahu bahwa gencatan senjata ini hanya berlaku untuk Suriah dan kelompok-kelompok yang berperang di negara ini," katanya kepada media selama perjalanan ke provinsi Konya. "Jika salah satu dari mereka menimbulkan ancaman bagi keamanan Turki, gencatan senjata tidak bisa mengikat kami."
Dia menambahkan: "Turki tidak akan meminta izin dari siapa pun untuk mengatasi masalah keamanan sendiri dan akan melakukan segala tindakan yang diperlukan. Karena ketika masalah terjadi, akan berdampak tidak hanya untuk Suriah tetapi juga bagi Turki."
Washington dan Moskow pekan ini mengumumkan "penghentian perperangan" di Suriah yang dijadwalkan berlaku pada Jumat tengah malam (26/02/2016) waktu setempat. Diharapkan kesepakatan itu akan memungkinkan bantuan yang akan dikirimkan ke warga Suriah yang sudah putus asa.
Seluruh afiliasi al-Qaeda Suriah, yaitu Jabhah Nusra dan lainnya serta kelompok Islamic State (IS), dikecualikan dari perjanjian. (baca juga: PBB: Gencatan Senjata untuk Semua Pihak di Suriah, tapi Tidak bagi Jabhah Nusrah)
Davutoglu mengkritik kurangnya referensi bagi afiliasi komunis PKK Suriah, yang melanjutkan operasi militer bersenjata 30 tahun terhadap negara Turki pada akhir Juli 2015.
YPG, sayap bersenjata PYD, telah didukung oleh serangan udara AS baru-baru ini juga didukung oleh pesawat-pesawat tempur Rusia saat berusaha untuk memperluas wilayahnya di Suriah utara.
"Bagi kita YPG adalah organisasi teroris komunis," kata Davutoglu, mengacu pada cabang al-Qaeda Suriah tersebut. "Seharusnya ada referensi kepada mereka dalam gencatan senjata."
Turki mengatakan YPG terlibat dalam serangan bom mobil 17 Februari di Ankara yang menewaskan 29 dan sebelumnya menyerang posisi YPG di Suriah dalam menanggapi artileri yang ditembakkan dari Suriah ke Turki.
Menurut angka PBB yang dirilis beberapa bulan yang lalu, lebih dari 250.000 orang telah tewas sejak perang Suriah dimulai pada 2011 (470.000 orang tewas menurut lembaga kemanusiaan lokal).
Pekan ini, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa sekitar 400.000 orang telah meninggal dan 12 juta orang telah mengungsi sejak perang dimulai.
Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam


