Nasional

Polisi Diminta Adili 22 Pelaku Tragedi Rabu Kelabu

SOLO (Jurnalislam.com) – Sejumlah elemen masyarakat Soloraya berunjuk rasa di depan Mapolresta Solo pada Jum’at (19/10/2018) mengenang 19 tahun pembakaran balaikota Solo. Mereka menuntut aparat segera menangkap dalang dari peristiwa yang 20 Oktober 1999 yang sering disebut Tragedi Rabu Kelabu itu.

Ketua Tim Advokasi Reaksi Cepat (TARC),  M Taufiq menyayangkan lambannya aparat dalam memproses kasus tersebut.

“Jangan kita dibodohi kasusnya ini kadaluarsa, tidak ada kasus kadaluarsa, diperiksa aja belum kok kadaluarsa, kalau mau di tutup SP3 periksa dulu baru pengadilan yang menyatakan SP3,” tegasnya.

Taufiq menyatakan sudah memberikan data kepada kepolisian tentang 22 nama tersangka yang berhasil dihimpun oleh tim pencari fakta.

“Sudah kami serahkan bukti 22 nama lengkap dengan alamatnya tolong manusia-manusia itu dipanggil mumpung masih hidup, tinggal nanti dibuktikan,” jelasnya.

Massa menunjukkan bukti-bukti gambar provokasi pendukung Megawati pada Tragedi Rabu Kelabu

Taufiq juga membeberkan bukti-bukti berupa foto-foto spanduk provokatif dan rekaman suara melalui Handy Talky yang berisi hasutan. “Mega kalah Solo hangus, Mega kalah Solo habis,” kata Taufiq menjelaskan isi rekaman tersebut.

Senada dengan itu, salah satu anggota TPF tragedi Rabu Kelabu, Usman Amirudin menjelaskan, kerusuhan pada tahun 1999 itu diawali dengan gerakan pendukung Megawati yang memasang spanduk- spanduk provokatif.

“Mereka memasang spanduk-spanduk warna merah tulisan putih yang intinya Megawati atau revolusi, Megawati atau NKRI bubar dan ternyata setelah Megawati kalah mereka merealisasikan apa yang menjadi slogan-slogan yang tertulis dalam spanduk, dan saya punya bukunya,” katanya.

Dengan ditangkapnya 22 pelaku itu, Usman berharap Kota Solo aman dari para perusak. “Solo ini tidak diporak-porandakan para penghianat bangsa dan negara,” tegasnya.

Tragedi Rabu Kelabu adalah peristiwa ketika para pendukung Megawati mengamuk karena kalah dalam Pilpres tahun 1999. Pendukung Megawati itu kemudian membakar balaikota, kantor kemenag, dan beberapa bangunan lainnyaya.

Related Articles

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button