Internasional

Iran Wajibkan Mahasiswa Universitas Imam Hussein untuk Bertempur di Suriah

TEHERAN (Jurnalislam.com) – Republik Syiah Iran mengumumkan bahwa mereka mengirim mahasiswa dari Imam Hussein Military University ke Suriah untuk dilatih di lapangan dalam jajaran pasukan Garda Revolusioner yang ditempatkan di berbagai bagian negara untuk melawan faksi-faksi jihad dan pasukan oposisi serta menekan perjuangan rakyat Suriah sepanjang enam tahun yang melawan rezim Syiah Nushairiyah Bashar Assad, Al Arabiya News Channel melaporkan Jumat (24/02/2017).

Radio berita VOA menjelaskan komentar Jenderal Morteza Safari, komandan Garda Revolusi, yang mengatakan kepada media Tasnim bahwa “sekitar 100 mahasiswa dari fakultas Imam Hussein, anak asuhan dari Garda Revolusi, dikirim ke Suriah untuk dilatih dalam situasi pertempuran.”

Safari mengungkapkan bahwa sejumlah besar mahasiswa yang dikirim dalam misi dua bulan telah tewas dalam medan perang, sejumlah besar lainnya terluka, sedangkan sisanya tinggal di sana untuk jangka waktu yang lebih lama.”

Imam Hussein Military University milik Garda Revolusi Syiah Iran ini telah mengumumkan bahwa mereka mengirim siswa untuk berperang di Suriah dan Irak dalam program pelatihan khusus untuk mempersiapkan pasukan.

Analis percaya bahwa Suriah dan Irak telah menjadi arena praktek nyata untuk pelatihan Garda Revolusi serta milisi Syiah di kedua negara tersebut.

Komandan pasukan darat Garda Revolusi Iran Brigadir Mohammad Pakpour, menekankan dalam sambutannya pada 18 Februari bahwa Iran berdedikasi untuk mengirimkan cadangan kekuatan darat dengan nama “penasihat” hingga “sumbu perlawanan.” Penjelasan ini mencirikan kewajiban sistem, milisi dan keberpihakan Iran di wilayah tersebut, terutama di Suriah, Irak, Lebanon dan Yaman.

Fares melaporkan Pakpour saat menyatakan: “Kami memiliki hubungan dengan negara-negara yang berbeda, beberapa di antaranya meminta dukungan penasehat dari kami. Kami menawarkan dukungan seperti ini di masa lalu, dan kami berniat untuk terus melakukannya,” seraya menambahkan bahwa pasukan darat Garda Revolusi terbiasa mengirimkan anggotanya sebagai sumbu perlawanan untuk memberikan bantuan di medan perang.”

Selain intervensi militer Iran di kawasan itu, Teheran telah menciptakan sekitar 14 kamp pelatihan menargetkan milisi Syiah asing yang dijalankan oleh Pasukan Quds, unit Pasukan Khusus dari Garda Revolusi Iran, yang bertanggung jawab atas operasi ekstrateritorial mereka.

Jenderal Mohammad Ali al-Falaki, seorang pemimpin Garda Revolusi Iran, dan salah satu pemimpin Iran di Suriah, mengumumkan bahwa mereka telah membentuk Tentara Pembebasan Syiah yang dipimpin oleh komandan Pasukan Quds, Qassim Soleimani.

Menurut dia, tentara mereka saat ini bertempur di tiga front yang berbeda di Irak, Suriah dan Yaman.

“Kekuatan militer ini tidak hanya terdiri dari tentara Syiah Iran saja. Bahkan, di setiap zona bermasalah, kita mengatur dan melengkapi tentara yang merupakan rakyat dari wilayah itu,” Jenderal al-Falaki mengkonfirmasi dalam sebuah wawancara dengan kantor berita Mashreg, yang dikenal berhubungan dekat dengan Garda Revolusi Syiah Iran.

Related Articles

Back to top button