Internasional

Ribuan Warga Aleppo Selamatkan Diri dari Serangan Brutal Rezim dan Pesawat Tempur Rusia

SURIAH (Jurnalislam.com) – Ribuan warga Suriah terjebak di perbatasan Turki Jumat setelah melarikan diri dari serangan utama rezim Assad yang didukung oleh gempuran pesawat tempur Rusia pada wilayah sipil di dekat Aleppo menghasilkan bencana kemanusiaan baru, World Bulletin melaporkan Jumat (05/02/2016).

Puluhan ribu warga sipil dilaporkan telah bergabung dengan eksodus setelah pertempuran sengit mujahidin Suriah dengan pasukan rezim,  memutus rute pasokan ke kota kedua Suriah.

Negara-negara Barat menuduh rezim Suriah menyabotase perundingan perdamaian dengan serangan militernya, dan Washington telah menuntut Moskow menghentikan operasi militer dalam membantu rezim  Bashar al-Assad.

Dewan Keamanan PBB dijadwalkan bertemu pada Jumat untuk membahas proses perdamaian yang gagal, saat kepala NATO Jens Stoltenberg memperingatkan serangan udara Rusia tersebut "merusak upaya untuk menemukan solusi politik".

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, lembaga monitor berbasis di Inggris yang mengandalkan jaringan sumber di darat, memperkirakan bahwa 40.000 orang telah melarikan diri dari serangan rezim dekat Aleppo.

"Ribuan orang, terutama keluarga dengan perempuan dan anak-anak, sedang menunggu untuk memasuki Turki," kata Direktur Observatorium Rami Abdel Rahman.

Provinsi Aleppo adalah salah satu benteng utama mujahidin  Suriah, yang menghadapi kemungkinan terburuk sejak awal perang tahun 2011.

"Rezim Assad mulai memetik hasil dari operasi militer Rusia dan kemajuan di Aleppo menjadi penting karena selama ini mereka  selalu mengalami kekalahan demi kekalahan dalam dua tahun berturut-turut," kata Abdel Rahman.

Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu mengatakan hari Kamis bahwa hingga 70.000 orang sedang menuju ke negaranya, dengan 10.000 sudah menunggu di perbatasan.

Turki sudah menjadi tuan rumah dari sekitar 2,5 juta pengungsi Suriah.

Persimpangan perbatasan Turki Oncupinar dekat Kilis, yang menghadap pos perbatasan Suriah Bab al-Salama di utara Aleppo, ditutup pada Jumat pagi, dan tidak ada tanda-tanda pengungsi yang keluar.

Rekaman yang dirilis Kamis oleh aktivis menunjukkan ratusan orang, termasuk banyak anak-anak, menuju perbatasan Turki, beberapa membawa barang-barang mereka di kantong plastik di punggung mereka.

"Kami terusir dari rumah kita karena serangan Rusia, Iran, Bashar dan milisi Syiah Hizbullah," kata seorang anak dalam video. "Kami meminta Recep Tayyip Erdogan (Presiden Turki ) untuk menerima kami ke wilayahnya."

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button