Rusia Terbukti di Balik Serangan Cyber di Jerman
JERMAN (Jurnalislam.com) – Dinas rahasia dalam negeri Jerman pada hari Jumat (13/05/2016) mengatakan memiliki bukti bahwa Rusia berada di balik serangkaian serangan cyber, termasuk salah satu yang menargetkan parlemen Jerman tahun lalu, lansir World Bulletin, Jumat.
"Salah satu serangan cyber mereka yang paling aktif dan agresif adalah serangan Sofacy/APT 28," kata kantor BfV, menambahkan bahwa mereka "melihat bukti kontrol negara Rusia" dalam operasi yang menginfeksi komputer dengan software Trojan.
Sofacy bertujuan untuk mencuri data, sementara serangan cyber lain bernama "Sandworm" juga dirancang untuk menyabot sistem IT, BfV mengatakan dalam sebuah pernyataan.
"Selain menargetkan pos pemerintah, serangan itu juga menargetkan perusahaan telekomunikasi, penyedia energi serta fasilitas pendidikan yang lebih tinggi," kata lembaga itu.
Ahli IT mengatakan kegagalan listrik di beberapa wilayah Ukraina akhir tahun lalu diakibatkan "Sandworm" hack.
"Serangan yang dipantau oleh BfV umumnya bertujuan memperoleh informasi, yaitu mata-mata," kata kepala badan Hans-Georg Maassen dalam sebuah pernyataan.
"Namun, agen rahasia Rusia juga menunjukkan kesiapan mereka melaksanakan sabotase."
Serangan Sofacy yang tahun lalu menyerang majelis parlemen Jerman juga mempengaruhi komputer di kantor legislatif Kanselir Angela Merkel, media lokal melaporkan.
Deddy | World Bulletin | Jurnalislam




