Internasional

Rusia Tuduh Erdogan Selundupkan Minyak Ilegal Milik Islamic State

MOSKOW (Jurnalislam.com) – Rusia telah menaikkan debat lanjutan dengan Turki dengan mengklaim memiliki bukti bahwa Presiden Recep Tayyip Erdogan dan keluarganya mendapatkan manfaat dari penyelundupan minyak ilegal yang dimiliki oleh Islamic State (IS), Aljazeera melaporkan, Rabu (02/11/2015).

Moskow telah berulang kali membuat klaim bahwa Ankara membeli minyak dari IS sejak jet Turki menembak jatuh sebuah pesawat tempur Rusia dekat perbatasan Suriah pekan lalu – yang langsung memicu debat diplomatik antara kedua belah pihak dengan perang kata-kata melalui media.

Turki tegas membantah klaim minyak IS, dan Erdogan mengatakan lagi pada hari Rabu bahwa ia akan mengundurkan diri dari jabatannya jika tuduhan tersebut bisa dibuktikan.

Para pejabat Rusia mengadakan konferensi pers di Moskow pada hari Rabu menunjukkan citra satelit yang menunjukkan truk tangki memuat minyak di instalasi yang dikendalikan oleh IS di Suriah dan Irak, dan kemudian melintasi perbatasan ke negara tetangga Turki.

Wakil Menteri Pertahanan Rusia Anatoly Antonov melangkah lebih jauh dengan melibatkan keluarga Presiden Erdogan dalam rantai pasokan minyak IS ini.

"Turki adalah konsumen utama minyak yang dicuri dari pemiliknya yang sah, Suriah dan Irak. Menurut informasi yang kami terima, pemimpin politik senior negara itu – Presiden Erdogan dan keluarganya – terlibat dalam bisnis kriminal ini," katanya.

"Mungkin aku terlalu kasar (terus terang), tapi seseorang hanya dapat mempercayakan kontrol atas bisnis pencurian ini ke rekan terdekatnya."

"Di Barat, belum ada yang mengajukan pertanyaan tentang fakta bahwa putra presiden Turki memimpin salah satu perusahaan energi terbesar, atau bahwa anak-iparnya telah ditunjuk sebagai menteri energi. Sungguh sebuah bisnis keluarga yang luar biasa!"

Namun, reporter Al Jazeera Rory Challands, melaporkan dari Moskow, mengatakan bahwa tidak ada bukti khusus yang telah disediakan oleh para pejabat Rusia untuk membuktikan klaim mereka terhadap presiden Turki.

"Tentu saja, bukti ini tidak akan muncul sama sekali di Ankara," katanya.

Berbicara di Doha, Erdogan menanggapi tuduhan baru Rusia pada hari Rabu dengan mengatakan bahwa tidak ada bukti untuk memfitnah Turki.

                                              

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

 

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button