LOMBOK UTARA (Jurnalislam.com) – Musibah gempa yang melanda Lombok dan sekitarnya memaksa warga untuk tinggal sementara tenda-tenda pengungsian. Tidak terkecuali bagi masyarakat terdamapka gempa di dusun Rempek Rimur, Desa Rempek, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara.
Mardi (50 tahun), salah seorang warga setempat mengungkapkan, dia dan keluarga sudah satu bulan tinggal di tenda pengungsian. Selain karena bangunan rumah yang hancur, warga juga masih trauma dengan gempa-gempa susulan untuk kembali ke rumah-rumah mereka.
“Untuk sementara ini kami mencoba memperbaiki dan membangun kembali rumah kami walaupun dengan keadaan seadanya,” tutur Mardi kepada Jurnalislam.com, Rabu (29/8/2018).
Mardi mengaku masih kesulitan mendapatkan air bersih untuk keperluan sehari-hari. “Kami sangat kesulitan untuk bisa mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya.
Warga hanya mendapatkan air bersih konsumsi yang disediakan para relawan. Namun mobil tangki air bersih masih sangat terbatas.
Sementara itu, untuk keperluan mandi, masak, dan lainnya mereka sangat kesulitan.
“Untuk mendapatkannya kami harus menempuh jarak yang cukup jauh,” kata Mardi seraya berharap pemerintah segera menanggapi kondisi tersebut.




