Sehat Pikiran dan Gaya Hidup Dinilai Kunci Cegah Corona

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Indonesia akhirnya bergabung dengan puluhan negara lain yang memiliki kasus COVID-19setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan pada Senin (2/3) bahwa dua warga Indonesia positif terinfeksi virus yang menghebohkan dunia dalam beberapa bulan terakhir itu.
Bahkan pada Jumat (6/3) dilaporkan dua kasus baru positif corona.
Menurut keterangan terakhir dari juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, kasus positif itu dimulai di lantai dansa.
Pasien 1 datang menghadiri sebuah acara dansa di salah satu klub di Menteng, Jakarta pada 14 Februari.
Di sana, warga negara Jepang tersebut menjadi pasangan dansa pasien 1, yang memang bergabung dalam komunitas yang rajin melakukan acara dansa.
Berdasarkan data aktual (real time) yang dikumpulkan oleh Center for Systems Science and Engineering (CSSE) Johns Hopkins University, Amerika Serikat per Jumat (6/3), total 55.444 orang sudah sembuh dari virus tersebut.
Tidak mengherankan bila Menkes Terawan menyebutnya sebagai jenis self limited disease atau bisa sembuh sendiri dengan imunitas tubuh yang baik.
Penyakit jenis self limited disease dapat sembuh dengan sendirinya ketika tubuh membangun imunitas untuk melawan virus-virus tersebut.
Oleh karena itu, Menkes Terawan terus mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan daya tahan tubuh.
Jika tubuh berada dalam keadaan baik maka tidak akan mudah terjangkit virus atau penyakit.
“Bukan hanya Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat), juga hati pikiran kita. Namanya, psikoneuroimunologi. Kalau kita mendapat persepsi dan hal-hal yang salah tersebut, membuat kita khawatir, cemas, imunitas tubuh kita juga ikut turun,” kata Menkes.
Menjaga kondisi tubuh dan kebersihan diri memang salah satu cara sederhana untuk mencegah penularan virus corona, tegas spesialis paru dr Andika Chandra Putra.
“Pada prinsipnya kalau yang namanya virus itu self limiting disease artinya tubuh kita bisa memberikan kemampuan untuk melawan dan tergantung kepada daya tahan tubuh, untuk menjaga daya tahan tubuh itu yang paling penting,” kata dokter spesialis paru Rumah Sakit St. Carolus Jakarta tersebut.




