Sejak Gencatan Senjata Dimulai, Rezim Syiah Assad telah Membunuh 614 Lebih Warga Sipil
ANKARA (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 614 warga sipil telah tewas di Suriah sejak perjanjian penghentian permusuhan mulai berlaku pada akhir Februari tahun ini, menurut data yang dikumpulkan oleh Anadolu Agency, Rabu (20/04/2016).
Data tersebut berdasarkan laporan yang diajukan oleh Jaringan Suriah untuk Hak Asasi Manusia (Syrian Network for Human Rights) yang berbasis di Inggris’
Hari paling mematikan sejak awal gencatan senjata terjadi pada hari Selasa (19/04/2016) ketika lebih dari 50 orang tewas dalam serangan terpisah di negara yang dilanda perang tersebut.
Pada hari Selasa, pemimpin delegasi oposisi Suriah berada di Jenewa untuk pembicaraan damai dan menyerukan masyarakat internasional menegakkan gencatan senjata yang telah dilanggar di sebagian besar negara.
Riad Hijab, koordinator kepala Komite Negosiasi tinggi (the High Negotiations Committee), menyatakan bahwa gencatan senjata tidak ada lagi di lapangan dan mengatakan lebih dari 550 warga Suriah telah tewas dan hampir 1.100 lainnya terluka sejak kesepakatan "penghentian permusuhan" antara pihak-pihak yang bertikai diberlakukan di akhir Februari.
Suriah telah terkunci dalam perang saudara setan sejak awal 2011, ketika rezim Syiah Nushairiyah Bashar al-Assad menumpas protes masyarakat dengan kebrutalan militer yang tidak terduga. Sejak itu, lebih dari lebih dari 361.000 orang telah tewas di Suriah menurut penghitungan yang disusun oleh Anadolu Agency, angka ini melebihi jumlah perhitungan PBB.
Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam




