BeritaHeadline NewsIndonesian NewsInternasional

Serangan Bom Taliban Tewaskan 14 Pasukan Nepal di Kabul

BN-OO118_afghan_P_20160620075459KABUL (Jurnalislam.com) – Gelombang serangan di Afghanistan telah menewaskan sedikitnya 23 orang, dan Taliban mengaku bertanggung jawab atas dua pemboman, Aljazeera melaporkan, Senin (20/06/2016).

Pada Senin pagi, sedikitnya 14 pasukan Nepal tewas setelah seorang pembom menghantam sebuah minibus di ibukota Afghanistan, Kabul, di sepanjang jalan utama ke kota timur Jalalabad, kata polisi.

Penyerang itu berjalan kaki, kata polisi, saat mereka melaporkan beberapa korban di antara penumpang bekerja di Kedutaan Kanada.

Al Emarah News, situs berita resmi Imarah Islam Afghanistan (Taliban) mengatakan bahwa, seorang pencari syahid dari Imarah Islam menargetkan mini-bus yang membawa pengawal penyerbu asing di daerah Banaie, PD9 kota Kabul, menewaskan dan melukai lebih dari 20 penyerbu asing dan menghancurkan kendaraan.

Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut di media sosial, dan mengatakan serangan itu “melawan kekuatan agresi” di Afghanistan.

Kurang dari tiga jam kemudian, serangan lain di Kabul Timur menargetkan politisi menewaskan sedikitnya satu, melukai anggota parlemen dan lima orang lainnya. Taliban juga mengakui serangan itu.

Seorang pejabat keamanan mengatakan bom magnetik ditanam di kendaraan anggota parlemen Ataullah Faizani yang diledakkan di daerah Chel Siton.

Sebuah serangan ketiga – ledakan bom motor di sebuah pasar di provinsi timur laut terpencil Badakshan – menewaskan sedikitnya delapan orang dan melukai 18, dan dikhawatirkan jumlah korban tewas akan meningkat. Tidak ada yang mengaku bertanggung jawab.

Reporter Al Jazeera Qais Azimy, melaporkan dari Kabul, mengatakan setelah serangan pertama, “polisi Afghanistan mengatakan mereka memiliki laporan bahwa serangan semacam ini bisa terjadi lagi.”

Pemboman bus tersebut adalah serangan pertama di Kabul sejak awal bulan suci Ramadhan pada tanggal 6 Juni. Lebih dari 24 ambulans bergegas ke tempat kejadian.

“Kabul telah cukup damai selama dua minggu pertama Ramadan,” kata wartawan kami.

“Tapi ini bukan serangan pertama. Sebagian besar, target yang Taliban serang menunjukkan mereka memiliki intel dan kemampuan yang baik,” tambahnya. “Mereka ingin menunjukkan bahwa mereka dapat menyerang setiap sasaran yang mereka inginkan.”

Serangan terakhir di ibukota Afghanistan pada 19 April menewaskan 64 orang dan melukai lebih dari 340.

Serangan itu diklaim oleh Taliban sebagai perjuangan melawan pemerintah boneka Kabul yang dibentuk agressor Barat (AS dan sekutunya) sejak Taliban digulingkan dari kekuasaan oleh invasi pasukan multinasional pimpinan AS pada akhir 2001.

 

Deddy | Aljazeera | Alemarah | Jurnalislam

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button