Indonesian NewsInternasional

Rezim Assad Bombardir Daraya setelah Bantuan Kemanusian Diberikan

Vehicles of the International Committee of the Red Cross (ICRC) and the United Nations wait on a street after an aid convoy entered the rebel-held Syrian town of Daraya, southwest of the capital Damascus, on June 1, 2016. A humanitarian aid convoy entered Daraya, the Red Cross said, in the first such delivery since a regime siege began in 2012. But the opposition said only medical supplies were in the delivery and British charity Save the Children said it was "shocking and completely unacceptable" that it excluded desperately needed food. / AFP PHOTO / Fadi Dirani

DARAYA (Jurnalislam.com) – Serangan udara rezim Nushairiyah Assad menjatuhkan bom barel pada pinggiran ibukota Suriah Damaskus, yang baru saja menerima pengiriman pertama makanan dan bahan-bahan bentuan dalam empat tahun, menurut aktivis lokal, Aljazeera melaporkan Jumat (10/06/2016).

Serangan itu dilaporkan terjadi pada hari Jumat di Daraya yang dikuasai pejuang Suriah anti-Assad hanya beberapa jam setelah Bulan Sabit Merah Suriah (the Syrian Arab Red Crescent-SARC) dan PBB mengirimkan bantuan makanan kepada penduduk untuk pertama kalinya sejak berada di bawah pengepungan pada tahun 2012.

Dewan Daerah Daraya mengatakan di Facebook bahwa sedikitnya 28 bom barel – alat peledak mentah dan tidak terarah – dijatuhkan oleh helikopter.

Hari Kamis, pengiriman bantuan pangan datang setelah PBB mengatakan rezim Suriah telah mengizinkan akses ke 15 dari 19 daerah yang terkepung di Suriah.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (The Syrian Observatory for Human Rights-SOHR) yang berbasis di Inggris mengutip sumber-sumber lokal mengatakan bahwa distribusi bantuan ke dalam kota Daraya tidak dilakukan karena pemboman pada hari Jumat tersebut.

Daraya telah dikepung sejak November 2012 dan telah mengalami beberapa pemboman terburuk selama perang Suriah, yang sekarang berada di tahun keenam.

Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Marc Ayrault menyuarakan kemarahannya setelah mendengar laporan pemboman bare tersebutl.

Ayrault mengtakan Damaskus “luar biasa bermuka dua,” mengatakan rezim akhirnya memberikan akses untuk bantuan setelah mendapat tekanan internasional berat “lalu kemudian melakukan pengeboman lagi.”

Pengiriman pasokan makanan terjadi seminggu setelah konvoi bersama PBB, Komite Internasional Palang Merah dan SARC mencapai Daraya dan memberikan obat-obatan, vaksin, susu bayi, dan “beberapa produk tambahan gizi untuk anak-anak” tapi tidak ada makanan.

PBB memperkirakan bahwa saat ini terdapat 592.700 orang yang hidup di bawah pengepungan di Suriah, dengan sebagian besar dari mereka – sekitar 452.700 orang – dikepung oleh pasukan rezim Assad.

Menghilangkan pengepungan rezim Assad di wilayah yang dikuasai oposisi adalah tuntutan utama oposisi selama pembicaraan damai tidak langsung yang diselenggarakan di Jenewa, Swiss, awal tahun ini.

SARC mengatakan bahwa pengiriman makanan, tepung dan pasokan medis tersebut dikoordinasikan dengan PBB di Damaskus.

 

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button