Internasional

Tentara Saudi Gagalkan Serangan Pasukan Garda Republik di Perbatasan Yaman

ARAB SAUDI (Jurnalislam.com) -Tentara Arab Saudi mematahkan serangan pasukan sekutu Houthi dan mantan Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh di provinsi Jizan yang berbatasan dengan Yaman, media pemerintah mengatakan, lansir Aljazeera Sabtu (06/06/2015).

Puluhan orang bersenjata, diyakini dari unit pasukan Garda Republik yang setia kepada Saleh, tewas pada serangan Houthi yang gagal tersebut, hari Jumat (05/06/2015). Menurut sumber keamanan Saudi serangan itu merupakan yang terbesar sejak konflik di negara tetangga Yaman dimulai.

Angkatan bersenjata Saudi mengatakan seorang tentara mereka juga tewas karena luka yang diderita dalam serangan itu.

Seorang juru bicara Saudi National Guards mengatakan bahwa Kapten Nasser bin Khaled al-Atawi meninggal di Najran, tanpa menyebutkan penyebabnya.

Insiden ini diyakini dimulai ketika pasukan dan unit tentara yang setia kepada Saleh dan Houthi berusaha menyusup perbatasan di Al Khouba.

Mereka meluncurkan sejumlah roket ke posisi militer Saudi, kemudian tentara Saudi membalas dengan tembakan meriam dan dukungan udara dari helikopter tempur Apache.

Bala bantuan Houthi di sisi perbatasan Yaman juga menjadi sasaran pembalasan Saudi.

Koalisi melakukan serangan udara di ibukota Sanaa, dan kota Ibb, menargetkan posisi Houthi dan sekutunya. Posisi militer pemberontak di distrik Dhi Naem di provinsi Al-Bayda dan kota Ataq di provinsi Shabwa juga diserang.

Al Masirah TV yang beraliansi dengan pemberontak menayangkan video yang menunjukkan pasukan mereka bergerak menuju menara pengawas Arab dan menembakkan roket.

Pertempuran Jumat tersebut terjadi sehari setelah Houthi yang merupakan sekutu Iran setuju untuk bergabung dengan pembicaraan damai yang didukung PBB di Jenewa pada 14 Juni.

Koalisi negara-negara Arab telah membom pasukan Houthi selama lebih dari dua bulan untuk mengembalikan Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi, yang telah melarikan diri ke Arab Saudi.

Sekitar 2.000 orang tewas dan setengah juta penduduk mengungsi akibat pertempuran.

Sebelumnya, terjadi bentrokan kekerasan di kota pelabuhan selatan Aden antara pemberontak Houthi dan tentara yang setia kepada Presiden Hadi.

Pertempuran juga pecah di kota Taiz, antara pasukan komite perlawanan rakyat melawan milisi Houthi. Pejuang dilaporkan meledakkan sebuah rumah di kota saat pemberontak Houthi sedang berkumpul.

Pemboman koalisi menewaskan sekitar 58 orang di seluruh Yaman, pada hari Rabu dan Kamis, menurut kantor berita negara yang dikuasai Houthi, Saba.

Laporan tidak bisa diverifikasi secara independen.

 

Deddy | Aljazeera | Jurniscom

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button