Internasional

Turki: Serangan Udara Rusia adalah Bukti Omong Kosong Moskow dalam Gencatan Senjata

MUNICH (Jurnalislam.com) – Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu pada hari Jumat mengatakan perdamaian tidak bisa dipertahankan di Suriah kecuali Rusia menghentikan serangan udara yang masih terus mereka lakukan, lansir Anadolu Agency Jumat (12/02/2016).

"Jika Rusia terus melakukan serangannya di wilayah ini dan pertempuran senjata tidak berhenti, maka gencatan senjata tidak dapat dilakukan. Bantuan kemanusiaan pun tidak bisa mencapai secara efektif," tambah Cavusoglu.

Menteri mengatakan ia mengadakan pertemuan sembilan jam dengan Suriah Support Group pada Kamis malam, yang katanya bertujuan untuk melanjutkan perundingan di Jenewa yang ditunda pada 3 Februari "karena serangan udara Rusia".

"Tidak mungkin untuk melanjutkan pembicaraan sementara serangan (Rusia) sedang berlangsung. Sekali lagi, penyebab lain dari terhentinya pembicaraan pada 3 Februari adalah karena hambatan terhadap bantuan kemanusiaan tidak dihapus," kata menteri.

Cavusoglu juga mengatakan rezim Bashar al-Assad tidak hanya menggunakan bom barel dan gas kimia, dan menambahkan: "Blokade, kelaparan dan membunuh dengan cara ini adalah salah satu taktik perang mereka."

"Masalah bantuan kemanusiaan harus dibuat instrumen kebijakan," tambah Cavusoglu.

Menteri juga mengatakan solusi politik "yang paling realistis dan permanen" untuk kebuntuan Suriah dan mengomentari usulan penghentian permusuhan diumumkan oleh kekuatan dunia.

"Saya berharap, pada awalnya, konflik akan dihentikan. Durasi seminggu dipertimbangkan. Oposisi moderat akan bertemu pasukan di lokasi. Saya harap itu akan berubah menjadi gencatan senjata permanen," kata Cavusoglu.

Suriah tetap terkunci dalam perang global sejak awal 2011, ketika rezim Assad menumpas protes unjuk rasa yang meletus sebagai bagian dari Arab Spring.

Sejak itu, lebih dari 250.000 orang di negara yang dilanda perang tersebut telah tewas dan lebih dari 10 juta warga menjadi pengungsi, menurut angka PBB.

Bahkan sebuah laporan oleh Pusat Penelitian Kebijakan Suriah mengatakan bahwa 470.000 warga Suriah tewas dan 1.900.000 terluka dalam perang global di negara itu.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button