
SUKOHARJO (Jurnalislam.com) – Desa Kemasan, Polokarto, Kabupaten Sukoharjo meluncurkan program pemberdayaan desa berbasis syariah berjudul ‘Kemasan Mengaji’. Program tersebut merupakan salah satu output dari program Sinergi 3 Pilar, yaitu Masjid, Pondok Pesantren dan Pemberdayaan Masyarakat menuju Kemasan Mandiri.
Lurah Desa Kemasan, Abdullah Giman, mengatakan, dengan program tersebut ia bertekad menjadikan masjid sebagai sentra semua kegiatan umat.
“Harapan kami tercipta masyarakat islami yang membangun desa untuk negeri dan membangun konomi yang baik sehingga diridhai Allah, dan menjadikan gemah ripah loh jinawi,” katanya, Sabtu (29/4/2017).
Selain itu, Mahmudi selaku kordinator wisata mengatakan, Desa Kemasan diharapkan menjadi Desa wisata edukasi dan pembelajaran yang berbasis Islami.
“Salah satu tujuannya adalah untuk menghidupkan sunnah dan mewadahi masyarakat. Di sini kita ajarkan olahraga sunnah seperti berkuda dan memanah, dan mereka yang hadir bisa memetik hikmah dibalik itu,” terangnya.
Mahmudi berharap, dengan adanya desa wisata tersebut perekonomian masyarakat meningkat. Desa Kemasan menawarkan beberapa paket wisata dengan harga terjangakau bagi wisatawan yang ingin datang ke desa wisata Kemasan.
“Ada beberapa paket wisata yang kita hadirkan, seperti paket kuliner dan permainan anak, di sini juga diajarkan cara merawat kuda, sapi dan ikan. Untuk memanah hanya memberikan infak, semoga semua ini terjangkau bagi kaum muslimin serta dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar,” pungkasnya.
Ada beberapa produk makanan lokal yang ditawarakan di stand-stand yang disediakan, seperti, Abon lele, Cireng, Mie Tampar, Singkong Keju, Ayam dan Bebek Printil, Bakso dan Tahu Bakso dan lainnya. Untuk berkuda, Anda cukup membayar Rp.150 ribu/1 jam.
Reporter: Arie Ristyan




