Internasional

Perundingan Astana: Turki, Rusia dan Iran Putuskan Kerjasama di Suriah

ASTANA (Jurnalislam.com) – Turki, Rusia dan Iran telah memutuskan untuk serius bekerjasama di Suriah, Wakil Menteri Luar Negeri Kazakhstan Akylbek Kamaldinov mengatakan pada hari Rabu (15/03/2017).

Membaca pernyataan bersama setelah pembicaraan damai putaran ketiga hari kedua mengenai konflik Suriah di ibukota Astana, Kamaldinov mengatakan pihak yang berperang menekankan tekad mereka untuk memperkuat gencatan senjata di Suriah.

“Mereka sepakat melaporkan pelanggaran gencatan senjata [di Suriah], memastikan penurunan pelanggaran dan memperkuat efektivitas mekanisme monitoring trilateral,” katanya kepada Anadolu Agency.

Kamaldinov mengatakan mereka juga sepakat bahwa Iran akan bergabung dengan Turki dan Rusia sebagai penjamin “resmi” gencatan senjata.

Pembicaraan Astana, yang berfokus pada gencatan senjata yang mulai berlaku 30 Desember, ditengahi oleh Turki, yang mendukung oposisi, dan Rusia dan Iran, yang mendukung rezim Bashar al-Assad.

Setelah gencatan senjata 30 Desember, putaran pertama perundingan Astana diadakan pada tanggal 23 dan 24 Januari. Di sana, Turki, Rusia dan Iran mendirikan mekanisme trilateral untuk mengamati dan memastikan dipatuhinya gencatan senjata di Suriah.

Kamaldinov mengatakan pertemuan di Astana berikutnya akan diadakan pada tanggal 3 dan 4 Mei. Ia menambahkan pertemuan persiapan akan diselenggarakan di Teheran pada 17 dan 19 April.

Dia mengatakan semua pihak sepakat bekerja untuk melindungi artefak bersejarah di Suriah, yang tercantum dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO.

Related Articles

Back to top button