Lebih dari 180 Warga Sipil Terbunuh dalam Dua Hari Serangan Udara Assad dan Rusia

SURIAH (Jurnalislam.com) -Lebih dari 180 warga sipil telah tewas di seluruh Suriah sejak Jumat, termasuk 22 anak-anak dan 23 wanita, Komite Koordinasi Lokal, jaringan aktivis akar rumput, mengatakan pada Aljazeera hari Ahad (14/08/2016).
Sedikitnya 90 orang tewas pada hari Jumat, sementara lebih dari 83 warga sipil lainnya tewas Sabtu malam, sebagian besar dari mereka terjadi di provinsi Aleppo.
“Bahkan dalam perang yang memiliki standar mematikan, jumlah korban tewas kali ini sangat mengejutkan,” reporter Al Jazeera Reza Sayah, melaporkan dari Gaziantep di sisi Turki perbatasan Suriah-Turki.
Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (Syrian Observatory for Human Rights-SOHR), yang berbasis di Inggris yang mencatat perkembangan setiap hari di Suriah, juga merilis angka pada hari Ahad merinci pembunuhan sedikitnya 327 warga sipil, termasuk 76 anak-anak dan 41 wanita, di Aleppo selama 15 hari terakhir.
Dari 327 korban, lebih dari 100 dilaporkan tewas dalam pemboman oleh pesawat tempur rezim Suriah Assad.
Di pinggiran kota, 94 warga sipil lainnya tewas oleh pemboman rezim Assad, menurut SOHR.
Zouhir al-Shimale, seorang wartawan lokal di Aleppo, mengatakan serangan tidak berhenti sejak para pejuang Suriah, Jaysh al Fath, membuka rute strategis penting Ramosa seminggu yang lalu.
“Penembakan di kota ini semakin intensif. Rezim menyerang jalan utama kota ini yang digunakan orang-orang untuk berkeliling Aleppo timur,” kata Shimale kepada Al Jazeera, Ahad.
“Kemarin, rezim menggunakan bom cluster, untuk menyerang sebuah stasiun bus di lingkungan al-Firdous, dimana lebih dari 50 warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, sedang berusaha meninggalkan kota. Sebagian besar dari mereka terbunuh.”
Aleppo yang sebelumnya merupakan kota terbesar di Suriah kini telah terbagi antara pasukan Syiah Nushairiyah Assad di bagian barat kota dan faksi-faksi perlawanan di timur, selama empat tahun.
Pasukan yang setia kepada rezim Syiah Bashar al-Assad memberlakukan pengepungan berminggu-minggu di wilayah yang dikuasai pejuang Suriah di bagian timur kota bulan lalu, hingga para pejuang Suriah, Jaysh al fath, melakukan serangan besar dan berhasil mematahkan pengepungan seminggu yang lalu.




