Serangan Udara Koalisi Arab Hantam Gedung Pertemuan, Kubur Puluhan Milisi Houthi Hidup-hidup
YAMAN (jurnalislam.com) – Serangan udara oleh koalisi Arab menargetkan bangunan yang digunakan oleh pasukan pemberontak di ibukota Yaman, menewaskan sedikitnya 26 orang dan melukai 15 orang lainnya, para pejabat keamanan mengatakan, lansir Aljazeera Senin (18/01/2016).
Para pejabat, yang setia kepada pemberontak yang dikenal sebagai Syiah Houthi, mengatakan pada hari Senin bahwa sekitar 30 orang lainnya diyakini masih terperangkap di bawah reruntuhan bangunan yang rusak parah di pusat kota Sanaa.
Kendaraan militer yang diparkir di halaman hancur dan rumah di dekatnya mengalami beberapa kerusakan, pejabat mengatakan dalam laporan kantor berita Associated Press.
Korban mati dan terluka adalah pemberontak Houthi dan sekutu mereka, kata para pejabat.
Panggilan telepon Al Jazeera untuk Brigadir Jenderal Ahmed Asseri, juru bicara pasukan koalisi Arab di Yaman agar berkomentar mengenai serangan, berulang kali tidak terjawab.
Pasukan keamanan menutup daerah saat peralatan tiba untuk membantu pencarian mayat dan korban yang selamat di bawah puing-puing.
Bangunan ini sebagian digunakan sebagai titik berkumpulnya pasukan keamanan dan pada berbagai kesempatan digunakan oleh pemberontak Syiah Houthi sebagai titik awal pasukan menuju penyebaran ke wilayah lain di Yaman.
Serangan udara terjadi tak lama sebelum tengah malam pada hari Ahad, menurut pejabat.
Koalisi Arab memulai serangan udara terhadap Syiah Houthi dan sekutu mereka pada Maret 2015, dalam aliansi dengan pemerintah Presiden Yaman Abd-Rabbu Mansour Hadi.
Sementara itu, Jaringan Informasi Daerah Terpadu (the Integrated Regional Information Networks-IRIN), sebuah kantor berita kemanusiaan yang berbasis di Nairobi, mengumumkan kematian salah satu kontributor mereka di Yaman.
Dalam sebuah pernyataan mereka mengatakan bahwa Almigdad Mohammed Ali Mojalli, 35 tahun, tewas pada hari Ahad di luar Sanaa dalam serangan udara.
Mojalli juga memberikan kontribusi dari Yaman untuk outlet media Barat, termasuk Voice of America dan koran Daily Telegraph Inggris, kata pernyataan itu.
Sejak Maret lalu, lebih dari 5.800 orang telah tewas di Yaman.
Deddy | Aljazeera | Jurnalislam



