Erdogan Kecam Pembakaran Masjid Era Ottoman Oleh Milisi Komunis PKK
ANKARA (Jurnalislam.com) – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sangat mengutuk serangan pembakaran terbaru terhadap masjid era Ottoman oleh organisasi teroris PKK di provinsi Diyarbakir di tenggara Turki, lansir Anadolu Agnecy, Selasa (08/12/2015).
Dalam sambutannya kepada pemerintah daerah dalam pertemuan di istana presiden di ibukota Ankara pada Selasa, Erdogan mengatakan, "Aku memanggil orang-orang dari daerah, organisasi teroris menargetkan materi dan eksistensi spiritual … Lindungi Iman Anda."
Masjid era Ottoman abad ke-16, Fatih Pasa, rusak parah dalam kebakaran di Diyarbakir, Senin. Kantor gubernur regional mengatakan teroris PKK membakar masjid saat pasukan keamanan beroperasi memasuki kawasan Fatih Pasa.
"Pintu dan jendela masjid dibakar, dan dinding rusak oleh api yang disulut oleh anggota organisasi teroris," kata kantor gubernur regional dalam sebuah pernyataan.
Erdogan menyerukan orang Kurdi di Turki tenggara untuk membuang organisasi teroris PKK dari daerah mereka.
"Anak-anak adalah masa depan Anda, lindungi anak-anak Anda. Kebebasan adalah hak Anda! Lindungi kebebasan hidup Anda, kebebasan wisata, ibadah, perdagangan dan kebebasan politik Anda," katanya.
"Bantu negara membuang organisasi PKK dari jalan Anda, lingkungan, dan kota Anda," kata Erdogan, menambahkan, "Anda sudah seharusnya melihat bahwa organisasi separatis ini tidak memiliki kesamaan dengan negara ini, bangsa ini dan terutama dengan nilai-nilai Anda."
Presiden mengatakan bahwa bahkan jika organisasi teroris tersebut berdiri melawan negara Turki seribu kali, Turki mampu menghancurkan.
Dia mengatakan bahwa sebuah organisasi yang membakar masjid tidak memiliki tempat dalam sejarah umum dan masa depan bersama.
Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu juga mengecam serangan itu, mengatakan bahwa bangunan bersejarah Turki berada dalam risiko kerusakan akibat tangan-tangan barbar yang merupakan musuh dari budaya, agama dan sejarah Islam".
Masjid Fatih Pasa terletak di daerah Diyarbakir yang berada dalam aturan jam malam sejak 2 Desember. Selama jam malam tersebut, teroris PKK biasanya menegakkan barikade dan menggali parit untuk menjaga pasukan keamanan memasuki lingkungan.
Sejak Juli, angka resmi menunjukkan bahwa lebih dari 195 anggota pasukan keamanan telah tewas dan lebih dari 1.700 teroris PKK telah tewas dalam operasi di Turki dan Irak utara, termasuk serangan udara.
Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam



