Turki Bombardir Pasukan Kurdi Suriah yang Didukung AS

SURIAH (Jurnalislam.com) – Pasukan oposisi Suriah yang didukung oleh tank-tank Turki maju di bawah pemboman intens menuju kota utara utama di Suriah yang dikuasai oleh pasukan pimpinan Kurdi, lansir Aljazeera, Sabtu (22/10/2016).
Pertempuran antara pasukan yang didukung Turki dan Pasukan Demokratik Suriah (Syria Democratic Forces-SDF) yang dipimpin Kurdi terkonsentrasi pada hari Sabtu dekat kota Tel Rifaat, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris mengatakan.
Ahmad Aaraj – anggota Koalisi Demokrat Nasional Suriah, yang bersekutu dengan Kurdi – mengatakan tank-tank Turki melintasi perbatasan dekat kota Marea dan menuju Tel Rifaat.
Observatorium Suriah mengatakan 13 pasukan oposisi yang didukung Turki dan tiga pasukan SDF tewas.
Militer Turki campur tangan dalam perang Suriah mulai bulan Agustus untuk membersihkan daerah perbatasan dari pasukan Islamic State dan – dan pasukan Kurdi Suriah YPG yang didukung militer AS terkait dengan pemberontakan Kurdi di Turki.
Pasukan yang didukung Turki akan menekan ke kota al-Bab yang dikuasai IS di Suriah, Presiden Tayyip Erdogan mengatakan pada hari Sabtu, menekankan usaha Ankara untuk menyapu kelompok IS dan ektremis Kurdi Suriah dari wilayah dekat perbatasan.
Namun militer rezim Suriah mengatakan bahwa kehadiran pasukan Turki di tanah Suriah tidak dapat diterima, dan “merupakan eskalasi berbahaya dan pelanggaran yang mencolok kedaulatan Suriah.”
Didukung oleh tank, pasukan khusus, dan serangan udara Turki, oposisi berperang di bawah bendera Tentara Pembebasan Suriah menyeberang ke utara Suriah pada bulan Agustus dan mengambil alih kota perbatasan Jarablus dari IS yang sebagian besar tanpa perlawanan.
Kelompok oposisi sejak itu memperpanjang kemenangan dan kini menguasai wilayah sekitar 1.270 kilometer persegi di Suriah utara.
Sementara fokus awal Turki adalah mengusir IS dari Jarablus, banyak upaya juga telah dihabiskan untuk menghentikan kemajuan militer Kurdi YPG-PYD yang didukung AS di Suriah.
“Mereka mengatakan, ‘Jangan pergi ke al-Bab’. Kita berkewajiban untuk pergi ke sana, kami akan pergi ke sana,” kata Erdogan dalam pidato di provinsi barat laut Bursa. “Kami harus mempersiapkan daerah dibersihkan dari teror.”
Erdogan juga mengatakan Turki akan melakukan apa yang diperlukan dengan mitra koalisinya di Raqqa Suriah – benteng utama IS di negara itu – tetapi tidak akan bekerja sama dengan pasukan Kurdi Suriah YPG- PYD.
Perbedaan atas Suriah telah menyebabkan jarak antara sekutu NATO, Turki dan Amerika Serikat. Washington adalah pendukung milisi YPG Kurdi Suriah, dan menganggapnya sebagai mitra yang efektif dalam perang di Suriah.

