Dr. Muchlis Hanafi: Pentahsihan Mushaf Al Qur’an Merupakan Kerja Ilmiah

YOGYAKARTA (jurnalislam.com)- Sejumlah 15 Dosen dan 50 orang Mahasiswa Prodi Ilmu Qur’an dan Tafsir mengikuti pembinaan Pentashihan Mushaf Al-Qur’an, bertempat di ruang pertemuan Gedung Prof. Saifuddin Zuhri, Selasa, (17/9/19).
Hadir juga Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al Qur’an, Dr. H. Muchlis, M. Hanafi, MA., dengan materi “Kebijakan Pentashihan dan Penerbitan Mushaf Al-Qur’an”.
Dr. Muchlis dalam paparannya menyampaikan bahwa pihaknya merasa penting untuk menggandeng para Dosen dan Mahasiswa Prodi Ilmu Qur’an dan Hadis di UIN Sunan Kalijaga ini, karena proses pentashihan sesungguhnya adalah kerja ilmiah.
Sebagai akademisi kampus Islam negeri tertua di Indonesia, para dosen dan mahasiswa Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir di UIN Sunan Kalijaga, yang notabene adalah putra putra terbaik dari pesatren seluruh Indonesia.
Mereka dinilai matang untuk diajak mengembangkan pentashihan mushaf Al Qur’an standar Indonesia.
Dijelaskan olehnya bahwa terkait pentashihan Al-Qur’an banyak pihak yang menganggapnya sudah selesai.
Menurut Dr. Muchlis, Kementerian Agama perlu menggelorakan budaya tadarus Al-Qur’an, agar masyarakat Indonesia bisa mengenal lebih dekat mushaf Al-Qur’an standar Indonesia.
Mengenai program kerja yang baru terselesaikan, Muchlis Hanafi menjelaskan bahwa yang telah tercapai, diantaranya, adalah Al-Qur’an Braille, yang dahulu terinspirasi oleh UIN Sunan Kalijaga.
Ada juga mushaf Al-Qur’an Digital standar Indonesia yang bisa diakses dalam Qur’an in Word dan Tafsirnya.




