Info Grafik: Rusia Targetkan Pejuang Anti Assad dan Warga Sipil di Suriah
ALEPPO (Jurnalislam.com) – Serangan udara Rusia di Suriah telah menargetkan pejuang oposisi anti Assad dan warga sipil di daerah-daerah yang dikuasai oleh pasukan yang menentang rezim Nushairiyah Bashar al-Assad.
Rusia mengklaim bahwa mereka meluncurkan serangan sebagai bagian dari serangan kontra-terorisme terhadap Islamic State (IS).
Seperti yang dilansir Anadolu Agency, Senin (30/11/2015) bahwa menurut Kementerian Pertahanan Rusia, pada 4 November pesawat tempur Rusia melakukan 1.631 penerbangan di Suriah dan menyerang 2084 target sejak operasi dimulai pada 30 September.
Pada bulan Oktober serangan udara Rusia difokuskan pada daerah sekitar Idlib, Hama, Homs dan Aleppo.
Sejak pekan kedua Oktober hingga akhir November, serangan udara terkonsentrasi di selatan Idlib, sekitar Aleppo dan di daerah yang dikuasai oposisi di wilayah Turkmen, Bayirbucak di pedesaan Latakia.
Dalam dua minggu terakhir, Maaret al-Numan di selatan Idlib diserang dengan pemboman berat Rusia, mengakibatkan puluhan kematian di pihak warga sipil.
Serangan juga telah menargetkan warga sipil di Kafr Hamra, hingga ke barat laut Aleppo, dan kota Al-Hadher.
Selama tiga pekan terakhir, serangan jet dan rudal yang ditembakkan dari kapal di Mediterania timur juga telah menargetkan wilayah Bayirbucak untuk mendukung pasukan darat rezim dalam memerangi milisi Turkmen.
Serangan, yang dimulai di desa Gimam, telah berlangsung selama 12 hari terakhir saat jet dan rudal Rusia menargetkan puncak gunung Acisu, Firinlik dan Kizildag yang strategis dan penting.
Menurut laporan terbaru dari Jaringan Suriah untuk Hak Asasi Manusia, 263 warga sipil telah tewas oleh pasukan Rusia di Suriah.
Ribuan Turkmen baru-baru ini terpaksa melarikan diri dari serangan udara dan darat. Sekitar 2.000 tiba di Turki selatan selama beberapa hari terakhir.
Meskipun mendapat dukungan udara dari pesawat pembom Rusia, pasukan Assad tidak mampu mengusir pejuang oposisi dalam posisi defensif.
Pada bulan Oktober, tentara rezim Assad pindah ke tiga desa dan kota di utara provinsi Hama saat mengambil tiga kota di selatan Aleppo.
Pada bulan yang sama kekuatan koalisi pejuang Suriah membuat keuntungan di Aleppo selatan, mengambil alih kota-kota Al-Huveyz, Karasi, Tileliyn dan Mermin dari tangan rezim Assad.
Pada awal November, pasukan koalisi pejuang Suriah menguasai kota strategis Murak di jalan yang menghubungkan Damaskus, Hama dan Aleppo.
Di bawah serangan udara berat, titik-titik strategis kunci Bayirbucak sering berpindah tangan antara pasukan Turkmen dan pasukan Assad.
Pejuang dari Jaysh al Fath atau disebut Tentara Penakluk (Army of Conquest) – koalisi pejuang Suriah yang memayungi faksi oposisi anti Assad di provinsi Idlib, Hama dan Latakia – kembali menguasai bukit-bukit dan desa-desa di sekitar dua kota yang dipegang rezim Syiah Nushairiyah Assad.
Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam



