Untuk Pertama Kalinya Inggris Bedakan Kejahatan Anti Islam dengan Kejahatan Umum
INGGRIS (Jurnalislam.com) – Kejahatan kebencian Islamophobia untuk pertama kalinya dicatat dalam kategori terpisah dengan kejahatan umum oleh polisi di Inggris dan Wales, Perdana Menteri Inggris David Cameron mengumumkan, lansir World Bulletin, Selasa (13/10/2015).
Home Office Inggris akan merilis statistik baru yang diperkirakan menunjukkan kenaikan dalam jumlah kejahatan kebencian selama tahun lalu, melanjutkan tren yang terlihat pada 2013-2014, ketika pelanggaran yang melibatkan kebencian agama melonjak 45 persen dan kejahatan kebencian ras meningkat 4 persen.
Berbicara pada pertemuan pertama Komunitas baru Community Engagement Forum, PM David Cameron juga mengumumkan bahwa pemerintahnya akan menyediakan dana tambahan untuk meningkatkan keamanan di tempat-tempat ibadah sebagai pencegahan terhadap serangan kebencian agama.
Forum menyatukan perwakilan agama dari seluruh negeri termasuk Islam, dan dimaksudkan memberikan PM kesempatan untuk mendengar langsung dari mereka yang menentang ekstremisme di masyarakat.
Mengumumkan penciptaan Community Engagement Forum dalam sebuah pidato di Birmingham pada bulan Juli, Cameron mengatakan itu adalah bagian dari upaya untuk mengisolasi ekstrimis dan "secara aktif mendorong reformasi dan suara-suara moderat" dalam komunitas Muslim.
"Kita semua memiliki peran untuk bermain dalam menghadapi ekstremisme. Itulah mengapa saya mengundang tokoh-tokoh penting Muslim dan non-Muslim untuk bergabung dengan Community Engagement Forum yang baru, jadi saya bisa mendengar langsung tentang pekerjaan mereka di masyarakat kita, tantangan yang mereka hadapi dan bahwa mereka dapat menjadi bagian dari strategi One Nation kami untuk mengalahkan ekstremisme," kata Cameron.
"Saya ingin membangun sebuah koalisi nasional untuk menantang dan berbicara menentang ekstrimis dan racun yang mereka jajakan. Saya ingin Muslim Inggris tahu kita akan mendukung untuk berdiri melawan mereka yang menyebarkan kebencian dan untuk melawan narasi yang mengatakan umat Islam tidak merasa sebagai British.
"Dan saya ingin polisi mengambil lebih banyak tindakan terhadap mereka yang menganiaya orang lain hanya karena agama mereka," tambahnya.
"Kejahatan kebencian tidak memiliki tempat di Inggris dan saya bertekad untuk membuat kemajuan lebih lanjut untuk memastikan kita bisa memberantas tindakan tercela ini.
"Bekerja dengan polisi untuk memberikan rincian data kejahatan kebencian berbasis agama akan membantu upaya membangun kepercayaan masyarakat, menargetkan sumber daya pelaku kejahatan dan memungkinkan masyarakat menahan mereka.
"Strategi Counter-Extremism kami akan dipublikasikan akhir bulan ini dan akan diperkenalkan berbagai langkah untuk mengalahkan segala bentuk ekstremisme. Ini akan memberdayakan masyarakat untuk menghadapi ideologi ekstremis, dan membangun masyarakat yang lebih kohesif di mana setiap orang dapat merasa berhasil," Sekretaris Home Theresa May mengatakan.
Deddy | World Bulletin | Jurniscom

