Polri Harap Muhammadiyah Terdepan Lawan Hoaks
JAKARTA (Jurnalislam.com) – Wakabaintelkam Polri Irjen Pol. Suntana mengatakan, beredarnya berita bohonh atau hoaks sering menyebar bersamaan dengan tahun politik dan membawa potensi berbahaya bagi keutuhan NKRI.
Muhammadiyah sebagai salah satu ormas Islam terbesar di Indonesia diharapkan menjadi pionir untuk melawan hoaks ini.
“Kami sangat berharap Muhammadiyah mengambil peran paling depan dalam melawan hoaks,” ungkapnya dalam acara seminar berjudul “Prahara Suriah: Hoax, Media Sosial, Perpecahan Bangsa” di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Jumat (18/1/2019).
Dalam acara yang digagas oleh Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Pusat (MPI PP) Muhammadiyah ini, Suntana berpesan agar masyarakat Indonesia sama-sama belajar dan mengaca pada pengalaman Suriah yang hancur akibat hoaks.
“Indonesia seksi karena negara dengan penduduk muslim terbesar,” ujar Suntana menceritakan pengalaman bertabayun kepada para tokoh agama dan pemerintahan di Suriah selama sepekan.
Sementara itu ketua PP Muhammadiyah Hajriyanto mengatakan, berita bohong ini juga diproduksi oleh pihak yang berbicara tanpa latar belakang kompetensi yang sesuai.
Masih ditempat yang sama, wakil ketua MPI PP Muhammadiyah Edi Kuscahyanto menjelaskan, informasi yang tidak diimbangi dengan daya kritis akan mudah menyebar tanpa ada proses verifikasi.
Untuk mencegah hal tersebut, MPI bersama Majelis Tarjih telah membuat kode etik bagi netizen atau warganet Muhammadiyah.




