Sentimen Anti-Muslim Jerman Mencapai Rekor Tertinggi

BERLIN (Jurnalislam.com) – Jumlah warga Jerman yang memiliki sikap negatif terhadap umat Islam mencapai angka tertinggi, menurut hasil penelitian terbaru oleh Universitas Leipzig yang dirilis di Berlin, Rabu (15/06/2016), Anadolu Agency melaporkan.
50 persen dari warga Jerman yang disurvei mengatakan bahwa mereka, “kadang-kadang merasa seperti orang asing di negeri sendiri karena begitu banyak Muslim yang tinggal di sini,” sementara hampir 41 persen menganjurkan larangan migrasi Muslim.
Perwakilan Penelitian mengungkapkan peningkatan sikap negatif yang signifikan terhadap Muslim dan pengungsi di Jerman, saat negara tersebut sedang mencoba untuk mengatasi masuknya pengungsi terbesar sejak Perang Dunia II.
Negara dengan ekonomi terbesar di Eropa tersebut menerima lebih dari satu juta pengungsi tahun lalu; kebanyakan mereka berasal dari Suriah, Irak dan Afghanistan.
Hasil penelitian Rabu menunjukkan bahwa krisis pengungsi menjadi penyebab meningkatnya kekhawatiran atas migrasi.
Jumlah warga Jerman yang mengeluh tentang jumlah pendatang Muslim yang tinggal di negara mereka naik menjadi 50 persen tahun ini dibandingkan tahun 2009 yang berjumlah 32,2 persen.
Mereka yang menganjurkan larangan migrasi Muslim ke Jerman meningkat dari 36,6 persen menjadi 41,4 dalam setahun. Mereka yang mendukung larangan tersebut berjumlah 21,4 persen pada 2009.
Survei tersebut juga mengungkapkan prasangka masyarakat Jerman yang mendalam terhadap para pencari suaka. Hampir 60 persen menyatakan keraguan mereka mengenai apakah para pengungsi membutuhkan perlindungan internasional, dan mengklaim bahwa banyak pengungsi yang tidak benar-benar melarikan diri dari penganiayaan di negara asal mereka.
Lebih dari 80 persen warga Jerman yang disurvei berpendapat bahwa Jerman tidak harus bermurah hati ketika memeriksa aplikasi yang dibuat oleh para pencari suaka.
Negara ini telah mengalami pertumbuhan anti-pengungsi dan sentimen anti-Muslim dalam beberapa tahun terakhir, dipicu oleh propaganda kelompok kanan jauh dan pihak populis, yang telah mengeksploitasi krisis pengungsi dan ketakutan akan adanya ekstrimis agama dan kelompok-kelompok teroris.
Gerakan kanan Jerman seperti PEGIDA dan Alternatif untuk Jerman (AFD) telah menyerukan langkah-langkah untuk membendung migrasi dan membatasi hak-hak Muslim, yang mereka anggap sebagai “ancaman potensial Islamisasi Jerman.”
Jerman memiliki jumlah penduduk 81.100.000; sekitar lima persennya adalah Muslim. Di antara hampir empat juta penduduk Muslim di negara itu, tiga juta berasal dari Turki. Banyak dari orang-orang ini bermigrasi ke Jerman pada 1960-an.
Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

