Opini

Meningkatnya Kekuatan Al-Qaeda di Suriah

Meningkatnya  Kekuatan  Al-Qaeda di Suriah

 

•Saat Islamic State menjadi topik pemberitaan, al-Qaeda afiliasi Suriah, Jabhah Nusra (JN), berhasil memperkuat pengaruh dan posisinya dalam perang sipil Suriah, dengan cara bekerja sama dengan kelompok pejuang lainnya.

• Jabhah Nusrah meningkatkan kekuatannya di Suriah dengan tidak berfokus menaklukan wilayah teritorial melainkan lebih menguatkan hubungan dengan seluruh kekuatan lokal dan suku yang terbukti lebih kuat terhadap upaya perdamaian Suriah dibandingkan Islamic State (IS).

• Di mata kelompok pejuang lainnya, Jabhah Nusrah sangat diandalkan untuk melawan rezim Assad. Hal ini berarti kelompok 'moderat' yang paling berpengaruh yang telah dilatih Barat akan membelot menjadi afiliasi AQ.

• Terlalu banyak pihak, bahkan AQ juga, yang percaya bahwa IS itu terlalu kejam, sedangkan Jabhah Nusrah yang dianggap lebih bijaksana. Contohnya, pada pertengahan Januari, IS merajam sampai mati seorang wanita yang dituduh berzina sementara Jabhah Nusrah menembak dua wanita untuk alasan yang sama.

 

Perhatian yang tercurah kepada IS di Irak dan Suriah menyebabkan tindakan afiliasi al-Qaeda di Suriah berhasil masuk menyelinap di bawah radar publik. Hal ini terjadi karena Jabhah Nusrah tidak hanya langsung terkait dengan al-Qaeda Pusat yang dipimpin oleh Ayman al-Zawahiri, tetapi juga karena kelompok ini melibatkan diri sendiri masuk ke dalam perang sipil Suriah. Sehingga, menghancurkan Jabhah Nusrah dalam perang Suriah akan jauh lebih sulit daripada menghancurkan IS.

Keberhasilan Jabhah Nusrah di Suriah bukan karena lebih moderat dibandingkan dengan Islamic State tetapi karena Jabhah Nusrah mampu bergabung dan bekerja sama dengan kelompok-kelompok pejuang lainnya yang berjuang untuk menggulingkan rezim Syiah Assad.

Jabhah Nusrah membentuk aliansi lemah dengan kelompok pemberontak hanya berdasarkan tujuan bersama melawan pasukan Assad tetapi kemudian akan berbalik menyerang kelompok pemberontak tersebut ketika waktunya cocok. Jabhah Nusrah juga memiliki kemampuan memasukkan anggotanya dalam organisasi lain.

Runtuhnya kelompok pemberontak yang didukung Barat yang dipimpin oleh Jamal Maarouf pada bulan September 2014 adalah sebagian hasil dari infiltrasi massa oleh mujahidin Jabhah Nusrah. Taktik tersebut telah digunakan oleh Jabhah Nusrah lagi dan lagi.

Keberhasilan Jabhah Nusrah ini terus menjadi perhatian saat upaya regional dan internasional untuk melatih dan mempersenjatai pemberontak 'moderat' meningkat di tahun-tahun yang akan datang. Ini bukan gagasan hipotetis: seorang sandera yang dibebaskan, Peter Theo Curtis, menulis tentang bagaimana mujahidin Jabhah Nusrah berhasil berbaur dengan Tentara Pembebasan Suriah (FSA) dan di kamp-kamp pelatihan yang didukung Barat. Jabhah Nusrah akan berupaya keras untuk memasukkan anggotanya ke dalam pelatihan.

Bukti lain bahwa Jabhah Nusrah telah menyelinap di bawah radar adalah adanya keyakinan yang sering diulang-ulang bahwa IS terlalu memusuhi  Al Qaedah (AQ) dan Jabhah Nusrah. Oleh karena itu Jabhah Nusrah dianggap tidak sama dan lebih bijak.

Pendapat bahwa Jabhah Nusrah tidak keras seperti Islamic State adalah pendapat yang salah; karena kedua kelompok tersebut pada awalnya mengikuti tokoh jihad yang sama yaitu Syeikh Osama bin Ladin, meskipun sekarang cara mereka berbeda.

Jabhah Nusrah menantang semua pihak yang bertikai di Suriah, serta menantang lembaga kontraterorisme. Serangan udara militer AS telah berulang kali gagal saat mentargetkan anggota "kelompok Khorasan," yaitu para pejuang dan pelatih yang melakukan perjalanan dari Pakistan dan Afghanistan ke Suriah di bawah arahan AQ Pusat. Pejuang ini akan menimbulkan ancaman mematikan jika mereka dapat menemukan musuh.

Anggota lokal Jabhah Nusrah  kemungkinan akan menimbulkan ancaman jangka panjang bagi rezim Suriah dan wilayah sekitarmya. Jabhah Nusrah merupakan entitas adat yang tidak akan pernah bisa dilakukan oleh IS

IS berusaha untuk melawan semua pihak selainnya, sedangkan JN dan AQ Pusat telah bermain lama di Suriah, membangun hubungan melalui jalur kekeluargaan dan kesukuan yang akan bertahan lama, walaupun mereka kadang-kadang berperang melawan kelompok pemberontak dukungan barat.

Saat JN/AQ berhasil melawan rezim Syiah Assad dan bekerja sama dengan pejuang lainnya sambil membiarkan IS mengklaim kelompok jihad lainnya sebagai kelompok biadab (pendengki), JN/AQ sebenarnya sedang mempersiapkan untuk pertempuran jangka panjang.

Setiap pendekatan untuk mengakhiri perang sipil Suriah dengan mengalahkan rezim Assad akan menghadapi kenyataan bahwa Jabhah Nusrah adalah kelompok terbaik dalam posisi melawan rezim Syiah Assad sekarang dan tidak akan mudah diganti. Ini berarti bahwa solusi militer untuk Suriah yang tidak pasti dan masih jauh, akan selalu ada Al-Qaeda yang terlibat didalamnya, apapun nama yang disandang lainnya oleh AL QAEDA.

 

Deddy | soufangroup | Jurniscom

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button