Masih Beraktivitas Pasca Ditutup, LUIS Sambangi PT RUM

SUKOHARJO (Jurnalislam.com)- Banyaknya Laporan warga Nguter terkait adanya aktivitas kembali PT RUM pasca ditutup sementara pada Sabtu, (24/2/2018) lalu, membuat Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) mendatangi perusahaan rayon yang bertempat di Desa Plesan, Nguter, Sukoharjo itu pada Selasa, (27/2/2018).
Rombongan LUIS diterima Kepala HRD PT RUM Haryo yang didampingi Candra, selaku ahli dari Kementerian Lingkungan Hidup yang langsung melakukan peninjauan di tempat produksi bersama-sama.
Dalam peninjauan itu, Endro menjelaskan, bahwa pihaknya menemukan beberapa tangki berisi bahan untuk membersihkan alat pabrik dan bahan untuk produksi yang sebelumnya dikhwatairkan warga kedatangan bahan itu akan membuat PT RUM kembali beroperasi lagi.
“Ada 9 tangki adalah sebagian untuk pembersih alat pabrik dan sebagian bahan produksi, yang pernah dipesan sebelumnya, 9 tangki berisi Soda Kostik dan Asam Sulfat,” katanya kepada Jurnalislam.com Rabu, (28/2/2018).
Bupati Tak Segera Tandatangani SK Pencabutan Izin, Unjuk Rasa di Depan PT RUM Ricuh
“Pengiriman 9 tangki itu, memancing reaksi warga tanpa sepengetahuan kepala HRD, pak Haryo,” imbuhnya. Meski ada bahan yang datang, Endro memastikan bahwa mesin produksi sudah berhenti walaupun limbah cair dalam penampungan masih mengeluarkan bau menyengat jika tiupan angin kencang.
Selain itu, disebutkan beberapa karyawan masih trauma, dan tidak masuk kerja sehingga berdampak pada lambatnya proses pembersihan alat pabrik, sisa produksi sebelumnya.
Untuk itu, agar tidak timbul kecurigaan dari masyarakat terdampak, pihaknya mendesak PT RUM untuk menjelaskan kedatangan beberapa tangki tersebut kepada warga dan pihak terkait.
“Terkait aktivitas PT RUM sebaiknya pihak PT RUM mengkomunikasikan ke warga, pemerintah dan ormas sehingga masyarakat paham dan tidak berspekulasi,” tandasnya.
Selain itu, LUIS juga meminta PT RUM untuk segera mengurangi hingga menghilangkan limbah bau yang masih terasa paska penghentian produksi



