Kapolres Semarang Arogan, FA-UIB Desak Reformasi Polri Agar Tak Jadi Alat Penguasa

MAGELANG (Jurnalislam.com) – Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abioso Seno Aji dinilai arogan karena telah mengucapkan ucapan bernada provokasi saat melarang unjuk rasa menolak Perppu dengan salah satu ucapannya, “Saya tidak ijinkan demo, Demo baru boleh selasa kliwon 2030.”
Menanggapi hal tersebut, Ketua Forum Aliansi Umat Islam Bersatu (FA UIB) Magelang Ustadz Ammang Immamudin mengaku prihatin dan menyesalkan permyataan arogan tersebut..
“Saya sangat prihatin, tidak pantas seorang pimpinan polisi membuat pernyataan yang arogan serta kasar, tidak mencerminkan polisi sebagai pengayom dan pelindung masyarakat,” katanya pada Jurnalislam.com, Sabtu,(22/7/2017).
Selain itu, Anang mengatakan seharusnya kepolisian adalah abdi masyarakat sekaligus penegak hukum yang seharusnya bisa lebih ramah dan sabar ketika menanggapi aspirasi dari masyarakat.
“Pernyataan pimpinan Polisi harusnya teduh dan santun, serta lebih profesional dalam menyikapi setiap masalah,”tambahnya.
Untuk itu, Anang mendesak pihak Polri agar melakukan transisi di tubuh kepolisian. Ia mengatakan, kepolisian saat ini lebih cenderung tunduk pada perintah penguasa daripada mendengarkan aspirasi dari masyarakat kalangan bawah.
“Kita mendesak reformasi Polri, yang sekarang lebih cenderung ke alat penguasa, bukan sebagai abdi masyarakat,”pungkasnya.




