Internasional

Trump Kirim Kendaraan Lapis Baja, Senjata dan Amunisi ke Milisi SDF di Suriah Utara

SURIAH (Jurnalislam.com) – Sebuah milisi pimpinan Kurdi di Suriah utara Syrian Democratic Forces (SDF) bagian dari milisi YPG, mengatakan pada hari Selasa (31/01/2017) bahwa mereka telah menerima kendaraan lapis baja dari pemerintahan Donald Trump, dan merupakan senjata pertama yang dipasok oleh AS, Middle East Eye melaporkan, Selasa.

Kendaraan itu diarak pada hari Senin oleh SDF, koalisi milisi Kurdi-Arab yang dipimpin oleh YPG di utara Suriah.

“Kendaraan lapis baja Amerika telah tiba bagi Pasukan Demokratik Suriah untuk pertama kalinya,” kata juru bicara Talal Sello. “Pengiriman ini terjadi setelah pemerintah AS yang baru berkuasa.”

Sello menambahkan administrasi Trump “menjanjikan dukungan ekstra”.

Sello mengatakan, “Ini adalah bukti bahwa ada tanda-tanda dukungan baru … sebelumnya kita tidak mendapatkan dukungan dalam bentuk ini, kita akan mendapatkan senjata dan amunisi.”

“Ada tanda-tanda dukungan penuh dari pimpinan baru Amerika – lebih dari sebelumnya – untuk pasukan kita,” katanya.

Juru bicara militer AS Kolonel John Dorrian mengatakan kendaraan lapis baja disediakan “melalui otoritas yang ada, untuk membantu melindungi kekuatan mitra kami dari ancaman perangkat ledakan improvisasi.”

“Keputusan itu dibuat oleh komandan militer, dan telah bekerja untuk beberapa waktu,” tambahnya.

SDF dan milisi utamanya, YPG, selama bertahun-tahun telah mengeluhkan kekurangan alat berat, padahal mereka adalah sekutu AS yang paling efektif dalam perang di Suriah.

YPG dan sekutunya terkenal menggunakan kendaraan lapis baja darurat untuk mempertahankan kota Kobane.

Kendaraan baru SDF adalah “Guardians (Wali-Penjaga)” yang diproduksi oleh Kelompok Lapis Baja International (the International Armored Group), sebuah perusahaan Kanada yang memiliki pabrik-pabrik di AS, UEA, dan Turki.

Turki mengatakan YPG, juga dikenal sebagai Unit Perlindungan Rakyat, adalah “organisasi teroris” terkait dengan PKK, milisi Kurdi Turki telah bertempur di perbatasan selama beberapa dekade.

Ankara berulang kali memprotes dukungan AS untuk YPG dan sekutunya, dalam meluncurkan operasi di wilayah Suriah utara.

Related Articles

Back to top button